Begini Dampak Tapering Pada Sejumlah Instrumen Investasi

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
01 September 2021 14:50
Strategi Investasi Wealth Management BRI Hadapi Ketidakpastian Global (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Potensi tapering off atau pengurangan stimulus moneter oleh  Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi perhatian pelaku pasar. VP Wealth Management PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Martua Hanry K. Panggabean mengatakan efek tapering off diproyeksi akan berdampak pada volatilitas nilai tukar Rupiah dan mempengaruhi sejumlah instrumen investasi.

"Saat ini The Fed sudah lebih komunikatif menyampaikan kebijakannya sehingga akan dimaknai lebih baik dan tidak akan menimbulkan volatilitas. Dengan begitu negara lain yang terdampak pada kebijakan mereka akan mampu mengambil kebijakan untuk mengurangi dampak dari kebijakan ini, " kata Martua dalam Squawk Box, CNBC Indonesia, Rabu (1/9/2021).

Dia mengakui potensi ini membuat investor akan mulai melakukan hedging dan mengatur ulang portofolio ke instrumen yang minim risiko. Investor atau nasabah diperkirakan akan memilih instrumen investasi yang memiliki hedging, terutama yang memiliki kewajiban dalam bentuk valas.


"Dari sisi pasar saham dan obligasi mungkin ada pengaruh tapi ini tergantung dengan kondisi fundamental masing-masing negara. Kalau Indonesia sekarang memiliki fundamental yang kuat sehingga volatilitasnya tidak akan terlalu tinggi terutama di instrumen yang aman seperti SBN atau di saham di perusahaan dengan kapitalisasinya besar, serta di saham blue chip," kata Martua.

Jika investor merasa kurang nyaman dengan potensi volatilitas yang ada, dia menilai bisa dilakukan perpindahan investasi ke risiko yang lebih rendah seperti SBN atau Reksa Dana Pasa Uang. Martua mengatakan saat ini jumlah investor reksa dana yang tercatat di BRI naik 77% (year to date) di tengah pandemi Covid-19.

Sebagian investor juga mencari instrumen dengan volatilitas yang rendah, sehingga Reksa Dana Pasar Uang diminati.

"Kenaikan kenapa Reksa Dana Pasar Uang cukup fatastis saat ini, karena kita lihat imbal hasilnya naik cukup tinggi. Di tengah kondisi saat ini permintaannya cukup tinggi, karena secara risiko dari seluruh jenis reksa dana dia yang paling rendah volatilitasnya " kata Martua.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Membentuk Generation Wealth Masa Depan Bersama BRI Prioritas


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading