Ajib! Lewat INA, Timur Tengah-Eropa Minati Proyek Tol Rp 54 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 September 2021 10:40
Emisi obligasi syariah (sukuk)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara Indonesia Investment Authority (INA), dana abadi milik RI, Masyita Crystallin menyatakan, saat ini terdapat sejumlah investor yang berminat untuk berinvestasi di proyek infrastruktur Tanah Air.

Masyita menjelaskan, saat ini INA memiliki dua metode pendanaan bagi investor yang tertarik masuk ke Indonesia, yakni melalui master fund dan thematic fund.

Saat ini, INA mempunyai thematic fund untuk proyek infrastruktur jalan tol senilai US$ 3,75 miliar atau setara Rp 53,63 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per US$).


Dia mengungkapkan, saat ini minat investor global untuk berinvestasi di Indonesia cukup tinggi, hal ini sesuai dengan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan jumlah populasi yang besar, sehingga investasi di sektor infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara ke depannya masih terus tumbuh.

"Saat ini ada satu thematic toll road, nilainya US$ 3,75 miliar. [INA] mampu mengundang investor dari Timur Tengah, Kanada, dan Eropa, basis investor besar," kata Maysita kepada CNBC Indonesia, Selasa (31/8/2021).

Staf Khusus Menteri Keuangan di bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi ini mengatakan, nantinya INA akan memilih secara selektif investor strategis yang bekerjasama, terutama yang berorientasi investasi jangka panjang sehingga memberi nilai tambah.

Selain itu, INA juga akan mempersiapkan aset infrastruktur yang dipersiapkan apakah bandara, pelabuhan atau proyek jalan tol.

"Animo investor luar biasa, kami membutuhkan waktu untuk mempersiapkan asetnya. Misalnya masuk, harus melihat aset satu per satu dan memilih investor mana, kita tidak pilih berdasarkan uang masuk, tapi investor strategis yang memberi nilai tambah lain," katanya.

Sebelumnya pada Maret lalu, Masyita menjelaskan bahwa thematic fund dibuat secara khusus untuk melakukan investasi di jenis aset tertentu, mengingat tiap investor memiliki appetite risiko dan pilihan aset yang berbeda-beda.

Secara spesifik, dana ini secara spesifik akan mengarahkan investor kepada aset yang dipilihnya secara langsung. INA akan mencocokkan tipe investor dengan aset yang dibutuhkannya dengan mengikuti standar internasional dengan tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel.

"Untuk itu, pemerintah RI telah melakukan injeksi modal kepada INA sebesar Rp 15 triliun dan akan ditingkatkan menjadi Rp 75 triliun di tahun 2021 sebagai basis penyertaan modal INA pada berbagai fund yang akan dibentuk. Modal INA tentu akan berkembang sesuai dengan perkembangan portfolio INA ke depan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada SWF Belum Menjamin Kurangi Beban APBN, Ini Alasannya!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading