Waspada! Pasar Saham Global Bakal Kena Gelombang Koreksi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
27 August 2021 16:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - 'Bulan madu' reli kenaikan saham global tampaknya hampir berakhir, yang kemudian akan mengalami kenaikan terbatas dan koreksi yang kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun ini.

Hal tersebut terungkap dalam laporan jajak pendapat analis Reuters terbaru, Kamis (26/7/2021).

Melansir Reuters, saham global telah pulih lebih dari 90% setelah anjlok sangat dalam selama gelombang pertama pandemi COVID-19, mengacu pada indeks ekuitas dunia MSCI ACWI yang melacak performa saham di 50 negara.


Namun, saat ini reli penguatan saham-saham tersebut sedang berjuang mempertahankan lajunya.

Penyebaran virus COVID-19 varian Delta dan rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) untuk mengurangi pembelian asetnya (tapering off) kemungkinan akan membuat pasar ekuitas terkena turbulensi selama beberapa bulan mendatang.

"Katalis musim pendapatan [korporasi] yang positif sekarang ada di belakang kita, yang berarti beberapa [sentimen] negatif makro sedang meluas ke ekuitas," kata Emmanuel Cau, kepala strategi ekuitas Eropa di Barclays di London, kepada Reuters, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (27/8/2021).

Namun, jelas Cau, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi/pendapatan yang tangguh dan kelebihan likuiditas kemungkinan akan tetap menjadi penggerak pasar yang dominan.

"Hal ini akan terus mendorong mentalitas 'beli saat harga turun' (buy the dip), meskipun investor mungkin tetap dalam mode wait and see. untuk saat ini, mengingat kurangnya koreksi yang berarti dalam 12 bulan terakhir."

Pekan lalu, saham-saham dunia mengalami penurunan terbesar sejak Juni, tetapi telah pulih dari hampir semua kerugian tersebut.

Akan tetapi, hampir dua pertiga analis yang menjawab pertanyaan tambahan Reuters--66 dari 107--mengatakan, adanya kemungkinan koreksi di pasar ekuitas global pada akhir tahun. 41 analis sisanya mengatakan tidak mungkin.

"Situasi fundamental masih sangat mendukung bahkan jika pasar bersukacita dan bangkit dengan kuat. Namun, momentum ekonomi terkuat sedang memuncak, yang mengarah ke medan yang agak lebih tidak pasti," jelas Tomas Hildebrandt, manajer portofolio senior di Evli Bank di Helsinki.

Stimulus Tidak Bisa Bertahan Selamanya
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading