Eits! Bitcoin Tergelincir, Cardano & Ethereum Masih On Fire

Market - chd, CNBC Indonesia
24 August 2021 09:51
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Thought Catalog on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mata uang kripto (cryptocurrency) bergerak cenderung beragam pada perdagangan Selasa (24/8/2021) pagi waktu Indonesia, di mana bitcoin pada perdagangan kemarin berhasil kembali ke level psikologisnya di harga US$ 50.000.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:10 WIB, dari enam kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, tiga kripto mengalami pelemahan dan tiga lainnya mengalami penguatan

Dari zona penguatan, ethereum masih melesat 1,08% ke level harga US$ 3.296,46/koin atau setara dengan Rp 47.370.130/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.370/US$), cardano melonjak 2,26% ke level US$ 2,86/koin (Rp 41.098/koin), dan binance coin meroket 9,17% ke US$ 494,79/koin (Rp 7.110.132/koin).


Sementara dari zona pelemahan, bitcoin merosot 1.47% ke level US$ 49.078,8/koin atau Rp 705.262.356/koin, ripple terkoreksi 1,33% ke US$ 1,23/koin (Rp 17.675/koin), dan dogecoin melemah 0,76% ke US$ 0,3129/koin (Rp 4.496/koin).

Kripto

Bitcoin kembali turun di bawah level US$ 50.000 atau lebih tepatnya berada di kisaran level US$ 49/000 pada pagi hari ini, setelah merebut kembali ambang batas itu selama akhir pekan.

Bitcoin yang berhasil menyentuh kembali level psikologis di US$ 50.000 pada perdagangan Senin Kemarin karena dorongan dorongan sentimen positif dari platform pembayaran online, PayPal yang telah menerima kripto untuk dibeli dan dijual oleh pelanggannya.

Coinbase mengatakan pada pekan lalu bahwa mereka akan membeli sebesar US$ 500 juta dalam beberapa cryptocurrency di neracanya.

Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa periode konsolidasi akan kembali terjadi menjelang periode jatuh tempo cryptocurrency option dan acara tahunan bank sentral Amerika Serikat (AS), yakni Simposium Jackson Hole pada Jumat (27/8/2021) akhir pekan ini.

"Trennya bullish masih akan terjadi, namun kehati-hatian harus dilakukan pada level ini karena penurunan volume dan bitcoin sudah menyentuh garis resistence-nya dari April dan Mei," kata Marcus Sotiriou, trader di GlobalBlock, dikutip dari CoinDesk.

Sementara itu menurut Bill Baruch, presiden Blue Line Capital, bitcoin masih akan menguat dalam beberapa hari kedepan, tetapi ia tetap waspada akan terjadinya koreksi secara tiba-tiba, walaupun hanya cenderung tipis-tipis saja.

"Saya pikir anda perlu memperdalam portofolio Anda, tetapi apakah di harga US$ 50.000 adalah posisi yang tepat untuk membelinya? Saya tidak akan mengejarnya," kata Baruch kepada "Trading Nation" CNBC International, Senin (23/8/2021) waktu setempat.

Beberapa analis lainnya juga mencatat bahwa kondisi jenuh beli (overbought) yang ekstrem telah berkurang sejak April lalu, yang memberikan dukungan untuk reli pasar kripto.

"Saat ini, bitcoin dan kripto lainnya telah menikmati dukungan teknikalnya (karena mereka menjadi sedikit oversold)," kata Santiago Espinosa, ahli strategi di MRB Partners, dilansir dari CoinDesk.

"Pada saat ini, beberapa kripto dapat terus berjalan dengan baik jika pembuat kebijakan mengabaikan tekanan inflasi dan masalah peraturan tidak menjadi masalah utama." tambah Espinosa.

Di lain sisi, Bloomberg Intelligence mendapat pujian pada tahun lalu karena menjadi salah satu analis paling terkemuka yang memprediksi bahwa bitcoin akan mencapai harga US$ 50.000, melihat kenaikan lebih jauh sekarang karena bitcoin telah kembali ke level tersebut setelah koreksi pasar yang tajam.

"Bitcoin, emas, dan obligasi jangka panjang adalah aset teratas yang akan mengungguli pada semester kedua tahun 2021", tulis McGlone dalam sebuah laporan.

"Kripto tertua mungkin telah memecahkan masalah kuno dari aset cadangan global yang mudah diangkut dan dapat ditransaksikan, memiliki penemuan harga 24/7, relatif langka dan bukan merupakan tanggung jawab atau proyek siapa pun." tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading