Terbitkan Surat Utang Rp 991 T, Begini Strategi Sri Mulyani

Market - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
16 August 2021 18:58
Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2022. (Dok: tangkapan layar youtube Perekonomian RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022, pemerintah merencanakan defisit sebesar Rp 868 triliun atau 4,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bagaimana strategi pembiayaan defisit tahun depan?

Salah satu sumber pembiayaan defisit datang dari utang. Total pembiayaan utang 2022 direncanakan sebesar Rp 973,6 triliun, turun dibandingkan proyeksi 2021 yang sebesar Rp 1.027 triliun.


utangSumber: Kementerian Keuangan

Sebagian besar pembiayaan utang akan datang dari penerbitan obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara. Tahun depan, penerbitan SBN secara neto (murni untuk pembiayaan defisit) adalah Rp 991,3 triliun.

Bagaimana kebijakan penerbitan SBN tahun depan?

"Kita akan terus melihat kondisi market. Strategi kita pragmatis, fleksibel, dan prudent," ujar Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, dalam konferensi pers Keterangan RAPBN 2022, Senin (16/8/2021).

Penerbitan SBN, lanjut Sri Mulyani, akan sangat ditentukan oleh ketepatan waktu. Pemerintah akan mempertimbangkan waktu yang paling tepat untuk menerbitkan SBN agar risikonya bisa ditekan seminimal mungkin.

"Kita lihat timing. Selain penerbitan secara reguler, untuk internasional kita akan lihat waktu-waktu yang dianggap tepat," lanjutnya.

Selain itu, tambah Sri Mulyani, pemerintah juga akan mengoptimalkan sumber-sumber lain dalam pembiayaan defisit. Ada pinjaman multilateral dan bilateral hingga Saldo Anggaran Lebih (SAL). 

"Campuran dari berbagai sumber ini akan mendanai pembiayaan tahun depan secara prudent," kata Bendahara Negara.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading