Ritel Kudu Gimana Nih? Saham Bukalapak Kena ARB Lagi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
16 August 2021 11:10
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melemah di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (16/8/2021). Selang sejam setelah pembukaan pasar, saham BUKA semakin ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7%.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah sempat menghijau di harga Rp 965/saham sesaat bel pembukaan pasar berbunyi, beberapa menit kemudian saham BUKA berayun dari zona merah ke zona hijau. Kemudian, per pukul 09.28 WIB, saham BUKA malah ambles 3,14% ke Rp 925/saham.

Sementara, mulai sekitar pukul 10.15 WIB hingga 11.00 WIB, penurunan saham BUKA semakin dalam, yakni mencapai 6,81% ke Rp 890/saham.


Dengan ini, dalam sepekan saham BUKA minus 16,04%, sementara sejak debut pada 6 Agustus lalu, saham BUKA masih naik 4,71%. Pelemahan ini juga menandai tren pelemahan saham BUKA selama 4 hari beruntun, dengan 3 di antaranya menembus ARB.

Dengan kata lain, saham BUKA baru menghijau dua kali sejak awal melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), yakni pada hari pertama dan hari kedua setelah debut.

Kendati melemah, asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 213,77 miliar di pasar reguler. Pada Jumat pekan lalu, asing juga membukukan beli bersih dengan nilai Rp 310,31 miliar. Dengan ini, dalam 6 hari perdagangan, asing melakukan jual bersih (net sell) pada 4 hari pertama dan melakukan beli bersih pada hari kelima dan keenam perdagangan saham BUKA.

Adapun selama sepekan, asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 1,12 triliun di pasar reguler dan net sell Rp 94,97 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Kabar teranyar, Dana abadi negara atau Sovereign Wealth Fund asal Singapura GIC Private Limited melakukan pembelian saham BUKA sebanyak 1.600.797.400 atau setara dengan 1,553% modal disetor dan ditempatkan Bukalapak.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, transaksi ini dilakukan pada 5 Agustus 2021 lalu, alias sehari sebelum Bukalapak listing atau mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada Jumat (6/8).

Sebagai informasi, dengan melantai di bursa, BUKA meraup dana IPO mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang dicatatkan 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham.

Untuk jumlah saham penawaran umum itu setara dengan 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan harga perdana Rp 850/saham.

Harga penawaran ditetapkan di angka penawaran tertinggi Rp 850/unit, dengan begitu total dana yang diraup mencapai Rp 21,9 triliun,

Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66%, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.

Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1% kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Kena ARB 7%, Ada Apa dengan Bukalapak Hari Ini?


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading