Keputusan Rapat The Fed Siap Jadi Penggerak IHSG Pekan Depan

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 August 2021 13:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Bursa saham nasional sepekan ini anjlok, merespons keputusan pemerintah menghapus angka kematian Covid-19 dalam indikator penanganan pandemi, yang dinilai sebagai langkah mundur dalam transparansi tingkat keparahan wabah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini anjlok 63,94 poin atau setara dengan 1,03% menjadi 6.139,492 atau terlempar dari level psikologis 6.200. Pada akhir pekan lalu, indeks acuan utama bursa tersebut berada di level 6.203,431.

Perdagangan pekan ini hanya berlangsung 4 hari karena peringatan Tahun Baru Hijriah. Dari keempat hari tersebut, IHSG hanya menguat sehari pada Kamis. Sebaliknya, koreksi terbesar terjadi pada hari pertama yakni Senin, sebesar 1,22%.


Untuk perdagangan pekan depan, pada perdagangan hari pertamanya semua mata akan tertuju kepada rilis data perekonomian Jepang di kuartal kedua tahun ini. Konsensus memprediksi ekonomi negara Nippon akan berhasil tumbuh 0,2% dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Sementara dari dalam negeri, pekan ini data neraca dagang bulan Juli akan dirilis dimana konsensus memprediksi akan ada surplus neraca dagang sebanyak US$ 2,27 miliar naik dari posisi pekan lalu di angka US$ 1,32 miliar.

Selain itu Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia juga akan diadakan pekan ini yang tentunya akan merilis apakah suku bunga acuan BI masih akan tetap berada di angka 3,5% yang merupakan level terendah sepanjang sejarah sesuai prediksi konsensus.

Dari negara Paman Sam, angka pengeluaran ritel di bulan Juli akan dirilis Rabu depan. Investor tentunya akan memantau apakah pengeluaran ritel terdampak oleh inflasi dan ketakutan baru kembali menyebarnya virus Covid-19.

Produksi industri dan aktifitas manufaktur di bulan Juli juga akan dirilis pekan depan dan tentunya akan memperlihatkan dampak terganggunya rantai pasokan di seluruh dunia, dan kenaikan harga barang baku.

Meeting Federal Open Market Comitee (FOMC) juga akan melaksanakan meeting pekan depan dan menentukan suku bunga acuan Paman Sam. Disebut-sebut para petinggi The Fed masih belum satu suara mengenai apakah Bank Sentral AS tersebut harus mengurangi pembelian obligasi yang nilainya mencapai US$ 120 miliar per bulan ini. Investor akan memantau apakah ada sinyal-sinyal The Fed akan melakukan tapering di pertemuan kali ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dibuka HIjau Tipis, IHSG Tak Mampu Bertahan di Atas 6.000


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading