Ini Bukti Kripto Sedang On Fire! Ada yang Terbang 60% Lebih

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 August 2021 12:20
Ilustrasi mata uang Ripple. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) melesat kencang pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan data CoinMarketCap harga coin ripple tercatat mengalami penguatan lebih dari 60%.

Tercatat dari enam kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, seluruhya berhasil menghijau bahkan 4 diantaranya terbang double digit.


Mata uang kripto dengna kapitalisasi pasar terbesar yakni Bitcoin berhasil naik 6,55% pekan ini ke level harga US$ 47.165/koin sementara itu mata uang kripto terbesar kedua yakni Ethereum juga menghijau 4,76% ke level US$ 3.269/koin.

Sementara itu posisi ketiga ditempati oleh Cardano yang sukses terbang 47,98% pekan ini ke harga US$ 2,16/koin dan menyalip Binance Coin yang sebelumya menduduki tempat ini namun terpaksa lengser karena pekan ini 'hanya' mampu naik 15,75% ke level harga US$ 407/koin.

Meskipun ADA sudah melesat kencang, sejatinya mata uang kripto raksasa dengan kenaikan paling masif dibukukan oleh Ripple yang sukses terbang 63,24% ke level harga US$ 1,32/koin.

Saat ini beberapa analis tetap optimistis soal harga bitcoinke depan, meskipun ketidakpastian peraturan di Amerika Serikat (AS) mengenai aturan pajak kripto masih membayangi sentimen laju harga kripto.

"Sektor kripto itu sendiri masih terbilang baru, di mana kripto berpijak sesuai industri teknologinya yang baru lahir, namun dengan adanya pajak kripto, hal itu dapat mengganggu pertumbuhannya," kata Lucia della Ventura, seorang peneliti di Trinity College Dublin dan manajer kepatuhan hukum di perusahaan perangkat lunak keuangan Ledgermatic, dikutip dariCoinDesk.

"Penting untuk menunggu pemungutan suara terakhir, dengan mempertimbangkan bahwa beberapa amandemen telah diajukan karena berpotensi mengubah dampak RUU kripto bagi perusahaan terkait," lanjut Ventura.

Sementara itu menurut Edward Moya, analis dari perusahaan brokeronlineOanda mengatakan bahwa paratradertidak terlalu menanggapi dengan serius dari pengesahan paket stimulus infrastruktur AS senilai US$ 1 triliun yang dikeluarkan oleh Presiden AS, Joe Biden.

Tradercryptocurrencytidak begitu fokus pada pengesahan RUU infrastruktur Presiden Biden yang diharapkan, di mana salah satu poin dari RUU tersebut juga mencakup aturan pelaporan pajak baru yang sangat negatif bagi industri kripto," kata Moya, dilansir dariCoinDesk.

Di lain sisi, perusahaanplatform tradingsaham dan kripto, Coinbase ditutup melesat 2,1%, setelah perseroan melaporkan kinerja keuangannya pada kuartal II-2021 yang lebih kuat dari yang diperkirakan para analis.

Laba bersih Coinbase pada kuartal II-2021 mencapai US$1,6 miliar, naik hampir 4.900% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, menyusul perdagangan mata uang kripto yang bergejolak.

Nasib Coinbase terikat pada kinerja aset digital seperti bitcoin. Perusahaan menghasilkan pendapatan bersih US$ 2,0 miliar, termasuk US$ 1,9 miliar dari hasil transaksi kripto dan lebih dari US$ 100 juta dari langganan dan layanan pelanggan. Dalam periode tersebut, harga bitcoin turun sekitar 41%.

Perusahaan melaporkan bahwa total volume perdagangan terdiversifikasi di luar bitcoin menjadi ethereum dan aset kripto lainnya. Sekitar 24% dari total volume perdagangan perusahaan pada kuartal II-2021 terkonsentrasi di bitcoin, turun dari 39% dari kuartal pertama tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tembus USD 0,68, Harga Dogecoin To The Moon


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading