Bos OJK Ungkap Deretan Sektor Ini Bakal Dorong Ekonomi RI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 August 2021 16:50
Ketua OJK Wimboh Santoso saat berkunjung ke Transmedia, Kamis (12/4/2018) Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini sektor pertanian akan menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi ke depan. Sektor ini merupakan bagian dari UMKM yang terus mengalami pertumbuhan sepanjang masa pandemi, saat sektor-sektor lain justru mengalami penurunan kinerja.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan untuk mendukung pertumbuhan melalui sektor pertanian, OJK telah bekerja sama dengan sejumlah perbankan untuk mengembangkan pembiayaan klaster pertanian di 13 daerah di seluruh Indonesia.

"Prioritaskan sektor pertanian karena paling sustain [berkelanjutan] dan pertumbuhan bagus. Untuk itu ada KUR [Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan] bersifat klaster, analisis cepat, risk mitigasi lancar," kata Wimboh dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Selasa (10/8/2021).


Dia menjelaskan, kredit di pertanian ini tidak hanya ditujukan kepada petani saja, terutama petani padi, namun juga ke penggilingan, pergudangan hingga penjualannya.

Petani juga akan mendapatkan kepastian pembeli untuk barang yang dihasilkannya, bahkan hingga bisa menembus pasar ekspor.

"Ini kalau diberikan ruang lebar ada akses bisa lebih cepat dan pembiayaan kredit yang memberikan multiplier effect besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan ekspor," tegasnya.

Selain pertanian, UMKM juga saat ini masih menjadi prioritas bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan. Sebab sektor ini masih bertumbuh 2,35% secara YoY (year on year) jauh berbeda dengan kredit korporasi yang masih terkoreksi -2,02% di periode yang sama.

"Untuk korporat kenapa minus karena lebih banyak perusahaan besar yang terdampak langsung Covid dan belum siap lepas landas terutama sampai mobility dibuka lagi. Itu seperti airline, hotel, transportasi lainnya bahkan sektor hilirnya yaitu perusahaan energi yang supply bahan bakar ini tidak butuh modal kerja banyak. Itu yang menyebabkan turunnya balance kredit namun kredit total sudah tumbuh positif," terangnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Wimboh, secara tahunan kredit perbankan sudah tumbuh 0,59% dan secara year to date (ytd) telah tumbuh 1,7%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos OJK Sebut Indikator Ekonomi Membaik, Ini Buktinya!


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading