Soal Kerja Sama Cloud Amazon, Ini Bocoran Bos Bank Banten!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 August 2021 14:15
FILE PHOTO: The logo of Amazon.com Inc is seen in Sao Paulo, Brazil October 17, 2017.  REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Banten Tbk (BEKS) tengah mendorong tercapainya kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) pada Agustus ini. Kerja sama yang akan dilakukan adalah pengembangan sistem teknologi informasi Bank Banten dengan teknologi cloud (komputasi awan) yang dimiliki oleh AWS.

Amazon Web Services adalah layanan berbasis cloud computing yang di sediakan oleh Amazon sejak tahun 2002.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengatakan pengembangan sistem teknologi informasi ini untuk mendorong digitalisasi bank ini. Langkah ini merupakan strategi Bank Banten untuk bisa bersaing dengan perbankan digital saat ini.


"Jadi harus ke sana, dan mudah-mudahan kita terus bergerak. Mudah-mudahan pertemuan lanjutan dengan AWS ini bisa lebih mengerucut dan Agustus ini bisa kebentuk polanya gimana. Yang jelas Amazon kan ada kemampuan cloud yang hebat," kata Agus kepada CNBC Indonesia, Selasa (10/8/2021).

Agus menyebut pengembangan ini perlu dilakukan untuk pengembangan bank yang memiliki potensi besar ini.

Sebab, dengan captive market yang sudah ada saat ini potensi yang dimiliki pertumbuhan bank ini bisa lebih luas, bahkan bisa lebih luas dari PT Bank Jago (ARTO) yang saat ini sudah fully digital.

"Ya harus gini kalau ga ke situ kita bisa ketinggalan. Nah, apalagi kalau kita liat dibanding Bank Jago sebetulnya saya berani bertaruh captive market Bank Banten lebih gede," terangnya.

Selain dengan sistem yang sedang dipersiapkan, dia menyebut saat ini pemerintah Banten tengah mempersiapkan peraturan daerah untuk mendukung bank daerahnya.

Dalam aturan ini nantinya akan diwajibkan bagi pelaku usaha yang berada di wilayah tersebut diwajibkan menggunakan Bank Banten sebagai bank utama.

"Bukan monopoli, mereka masih bisa pakai bank lain. Tapi sebagai bank daerah harus diutamakan, ini akan akhirnya bisa bantu peningkatan pendapatan asli daerah, menambah ekosistemnya kan ada pelabuhan ,perumahan pabrik, sekolah, rumah sakit," katanya.

Sebelumnya, melansir detikfinance, pihak AWS menyatakan bahwa disrupsi teknologi di abad ke-21 telah membuat konsumen menginginkan transaksi keuangan yang dapat diakses dengan mudah, transparan terhadap status transaksi. Namun tetap harus aman dari ancaman penipuan dan pencurian.

"Konsumen saat ini yang didominasi oleh mereka yang telah dapat mengakses internet dan teknologi menginginkan layanan keuangan yang lebih mudah dan beragam," kata Country Manager AWS Indonesia, Gunawan Susanto.

"Untuk dapat memperoleh preferensi baru konsumen di pasar dan mampu mengefisiensi operasional pada data center agar menjadi institusi yang lebih digital dan diinginkan oleh konsumen, cloud management menjadi hal yang vital. AWS terus mendorong dan membantu sektor keuangan untuk transformasi digital," terangnya.

Gunawan menambahkan bahwa dalam bertransformasi menuju dunia digital, ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh industri keuangan, yaitu fitur keamanan seperti faktor keamanan, autentikasi, otorisasi, dan proteksi data.

Satunya lagi yaitu fitur model tata kelola yang terdiri dari faktor auditability, artifact management, model explainability, dan model monitor.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos BEKS Buka-bukaan Soal Rencana Bank Digital dengan Amazon


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading