Eits! PPKM Diperpanjang, Saham-saham Farmasi Unjuk Gigi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
10 August 2021 10:17
PT. Kimia Farma Tunda Vaksinasi Gotong Royong (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah cenderung 'ditinggalkan' akhir-akhir ini, mayoritas saham emiten farmasi menguat pada awal perdagangan pagi ini, Selasa (10/8/2021). Kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM hingga 16 Agustus 2021, menjadi salah satu pemicu penguatan saham farmasi hari ini. 

Berikut pergerakan saham farmasi, pukul 09.55 WIB:

  1. Kimia Farma (KAEF), saham +3,73%, ke Rp 2.500


  2. Kalbe Farma (KLBF), +3,63%, ke Rp 1.285

  3. Indofarma (INAF), +3,32%, ke Rp 2.490

  4. Itama Ranoraya (IRRA), +1,83%, ke Rp 1.950

  5. Pyridam Farma (PYFA), +1,29%, ke Rp 1.180

  6. SOHO Global Health (SOHO), +0,93%, ke Rp 5.425

  7. Phapros (PEHA), +0,43%, ke Rp 1.175

  8. Tempo Scan Pacific (TSPC), +0,34%, ke Rp 1.460

  9. Darya-Varia Laboratoria (DVLA), 0,00%, ke Rp 2.400

  10. Merck (MERK), 0,00%, ke Rp 3.330

  11. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), -1,85%, ke Rp 795

Menurut data di atas, dari 11 saham yang diamati, 8 saham menguat, 2 stagnan, dan 1 saham melemah.

Saham emiten pelat merah KAEF memimpin kenaikan sebesar 3,73% ke Rp 2.500/saham. Kemarin, saham ini ambles 5,86% di tengah kabar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang resmi menghapuskan ketentuan pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong berbayar untuk individu. Awalnya, program vaksinasi tersebut rencananya akan disalurkan melalui Kimia Farma.

Saham KAEF memang cenderung 'lesu' akhir-akhir ini. Dalam sebulan terakhir, saham ini hanya menguat 5 kali, dengan stagnan sekali dan sisanya 'memerah'. Dengan ini, dalam sepekan saham KAEF masih turun 7,49%, sementara dalam sebulan anjlok 30,23%.

Saham KLBF juga mendaki 3,63% ke Rp 1.285/saham, menghentikan tren pelemahan selama 4 hari beruntun.

Tidak hanya KAEF-KLBF, duo saham emiten BUMN lainnya, INAF dan anak usaha KAEF, PEHA, juga naik. Saham INAF menguat 3,32%, setelah 'memerah' selama 4 hari beruntun. Sementara, saham PEHA naik tipis 0,43%, setelah kemarin turun 0,43%.

Adapun saham IRRA ikut terapresiasi 1,83% ke Rp 1.950/saham, setelah anjlok selama 4 hari berturut-turut.

Sebelumnya diberitakan, IRRA kembali membukukan pertumbuhan kinerja yang positif secara tahunan (YoY) maupun kuartalan (QoQ).

Pada semester I-2021, IRRA membukukan pendapatan sebesar Rp 565,2 miliar atau meningkat 611,6% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kuartalan, pendapatan di kuartal II-2021 meningkat 47,7% dibandingkan kuartal I-2021.

Perolehan laba bersih juga mengalami kenaikan signifikan mencapai 1.271% (YoY) dari Rp3,7 miliar di semester 1-2020 menjadi Rp50,8 miliar di semester I-2021.

Pada tahun ini kenaikan penjualan IRRA berasal dari penjualan ke segmen ritel (non APBN/APBD) atau non-pemerintah. Kenaikan terjadi baik untuk Alat Kesehatan Non Elektromedik maupun untuk Produk Diagnostik In Vitro.

Produk In Vitro tumbuh 613,9% dengan produk Antigen Test Covid-19 (Panbio) sebagai penyumbang terbesar untuk kategori Produk InVitro. Sepanjang periode Januari - Juni 2021, penjualan Panbio Mencapai 5,5 juta unit atau sudah berada dalam target penjualan di tahun ini sebesar 5 - 10 juta unit.

Menyusul kontribusi produk In Vitro berikutnya adalah Reagent, Mesin Apheresis (Plasma Konvalesen) dan alat Rapid Non Covid. Penjualan alat kesehatan Non Elektromedis yaitu Alat suntik, meskipun belum terlalu besar di Semester I-2021, namun naik signifikan sebesar 294,8% (YoY). Pada kuartal II tahun ini, perseroan sudah mulai membukukan penjualan untuk produk barunya yaitu Avimac, imunomodulator untuk peningkat imun tubuh.

Tahun ini, manajemen mengatakan, IRRA menambah SDM untuk masuk ke segmen non pemerintah/ritel seperti Rumah Sakit- Rumah Sakit swasta, Klinik, Laboratorium, Apotik-Apotik dan juga melayani pembelian dari masyarakat.

Manajemen optimistis bisa memenuhi target pendapatan dan laba bersih di tahun ini, yang ditargetkan tumbuh dalam kisaran 80% - 100%.

Seperti diketahui, kemarin pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 16 Agustus 2021, terkhusus untuk wilayah Jawa dan Bali.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) dalam keterangan persnya yang disiarkan secara virtual, Senin.

Luhut mengatakan, penurunan terjadi sebesar 59,6% dari puncak kasus di 21 Juli 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading