Rekomendasi Broker

Catat! 8 Bocoran Saham Pilihan di Agustus, BUKA hingga BBNI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 August 2021 12:15
A man takes pictures inside the Indonesia Stock Exchange building in Jakarta, Indonesia, September 6, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan segera dilonggarkan dalam waktu dekat, seiring dengan turunnya kasus harian Covid-19.

Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran pembatasan secara bertahap sekitar September.

Sementara itu, berdasarkan pengumuman resmi Senin malam, Luhut yang juga Menko Maritim dan Investasi menyatakan PPKM Level 4 diperpanjang hingga 16 Agustus mendatang dengan sejumlah pelonggaran.


Menurut Mirae Asset, langkah pelonggaran terbuka lebar mengingat penurunan kasus harian di Jakarta telah mengungguli kasus nasional lebih dari 70% dari puncaknya.

"Kami percaya, kemungkinan besar langkah menuju pembatasan yang lebih longgar dapat dilakukan lebih cepat," tulis riset yang ditulis Hariyanto Wijaya, analis riset Mirae Asset, per 9 Agustus, dikutip Selasa ini (10/8).

Dalam risetnya, Hariyanto menyebutkan selain pelonggaran PPKM, terdapat sentimen positif lainnya ke pasar seperti berlimpahnya pasokan vaksin di dalam negeri dengan tambahan 331 juta dosis termasuk vaksin tidak tetap.

Dengan tingginya pasokan vaksin ini maka diharapkan akan mempercepat laju vaksinasi ke depan.

Sejalan dengan itu, diperkirakan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia akan mengalami perbaikan pada Agustus ini setelah mengalami kontraksi di bulan lalu.

"Dengan demikian, kemungkinan akan mengembalikan kepercayaan konsumen yang pada gilirannya akan mendorong produksi ke depan."

Dari segi pasar, dengan mulai melantainya saham teknologi pertama di dalam negeri dan selanjutnya akan disusul oleh perusahaan lainnya dinilai akan dapat mengikuti jalur yang sama dengan pasar saham Amerika Serikat di mana perusahaan teknologi sekarang mendominasi 5 kapitalisasi pasar terbesarnya.

Hal ini juga ditunjang dengan gross merchandise value (GMV) Indonesia yang diperkirakan oleh lembaga Bain bisa bertumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) atau rata-rata tahunan pada periode 2020-2025 sebesar 23%, dari US$ 44 miliar atau setara dengan Rp 638 triliun (kurs Rp 14.500/US$) pada 2020 menjadi US$ 124 miliar atau setara Rp 1.798 triliun pada 2025.

Menurut dia, dua raksasa teknologi, yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan GoTo akan dapat memonetisasi tren yang meningkat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Dari segi perusahaan tercatat, sebanyak 16 perusahaan LQ45 telah merilis kinerja keuangannya yang berakhir pada periode Juni 2021 dengan agregat laba bersih nyaris flat atau tumbuh 0,9% quarter-on-quarter (QoQ) dengan pertumbuhan pendapatan 4%.

Sebagian besar perusahaan atau 44% membukukan pendapatan di atas perkiraan konsensus. Sedangkan 38% di antaranya melaporkan sesuai dengan perkiraan konsensus, sementara 19% sisanya di bawah ekspektasi.

Di bulan ini, Mirae Asset merekomendasikan delapan saham pilihan teratas, antara lain:

  1. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
  2. PT Prodia Wdyahusada Tbk (PRDA)
  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  4. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
  5. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
  6. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
  7. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
  8. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

"Kami pikir perusahaan teknologi raksasa, seperti Bukalapak dan GoTo akan dapat memonetisasi tren yang meningkat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," kata Hariyanto Wijaya.

Selain itu menambahkan saham BUKA dalam rekomendasi saham pilihan pada Agustus ini, Mirae Asset juga menambahkan saham bank syariah, yaitu BTPS, perusahaan media, yaitu SCMA, dan emiten peritel produk gaya hidup nomor 1 di Indonesia, yaitu MAPI, ke pilihan utama.

Top Picks Mirae Asset Agustus 2021Foto: Top Picks Mirae Asset Agustus 2021
Top Picks Mirae Asset Agustus 2021

Kode saham itu mengacu pada PT Bank BPTN Syariah Tbk (BPTS), emiten Grup Emtek yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Saham-saham itu menggantikan posisi rekomendasi sebelumnya yakni PT Japfa Tbk (JPFA), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Antam Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Pada perdagangan Jumat lalu (6/8), saat IPO, Bukalapak meraih dana mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

Data prospektus mencatat, jumlah saham BUKA yang dicatatkan sebesar 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siapkan Dana! Ini Jadwal Pemesanan Saham IPO Bukalapak


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading