Bikin Shock! Emas Jeblok 4,5% dalam Tempo 15 Menit, Ada Apa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
09 August 2021 17:40
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia mengejutkan pelaku pasar di perdagangan sesi Asia Senin (9/8/2021). Bagaimana tidak, dalam tempo kurang dari 15 menit 4,5% ke US$ 1.684,37/troy ons. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 31 Maret lalu.

Setelahnya, harga emas perlahan bangkit. Pada pukul 16:12 WIB berada di US$ 1.746,3/troy ons, dengan sisa pelemahan 0,93%.

Melansir Reuters, faktor teknikal menjadi pemicu jebloknya harga emas setelah break out level US$ 1.750/troy ons.


jkseFoto: Refinitiv

Tetapi sebelum dipicu technical selling, emas sebelumnya sudah mengalami tekanan pasca rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan lalu. Pasca rilis tersebut, harga emas langsung ambrol 2,3%.

Departemen Tenaga Kerja AS Jumat lalu melaporkan sepanjang bulan Juli perekonomian AS mampu menyerap tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP) sebanyak 943.000 orang, lebih tinggi dari hasil polling Reuters 880.000 orang.

Sementara tingkat pengangguran juga turun menjadi 5,4% dari bulan Juni 5,9%, dan lebih tajam dari prediksi 5,7%. Selain itu, rata-rata upah per jam juga mencatat pertumbuhan 0,4% dari bulan sebelumnya.

Rilis tersebut semakin menguatkan spekulasi jika bank sentral AS (The Fed) akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) di tahun ini.

"Laporan data tenaga kerja AS yang kuat membuka jalan bagi The Fed untuk melakukan tapering," tulis analis dari Mizuho Bank, Ken Cheung dalam risetnya.

Cheung mengatakan pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mengumumkan tapering pada akhir Agustus nanti, saat pertemuan Jackson Hole.

Tapering merupakan musuh utama emas. Pernah terjadi pada 2013 lalu, harga emas dunia akhirnya terus merosot hingga tahun 2015, dengan total sekitar 45%.

Sementara itu, pasca rilis data tenaga kerja AS sentimen terhadap emas berubah drastis. Survei mingguan yang dilakukan Kitco menunjukkan dari 15 analis di Wall Street yang disurvei tidak ada satu pun yang memberikan proyeksi bullish (tren naik) di pekan ini, sebanyak 13 orang memberikan proyeksi bearish (tren turun) dan sisanya netral.

Meski demikian, tetap saja jebloknya emas nyaris 4,5% dalam waktu singkat mengejutkan pelaku pasar pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Tertinggi dalam 2 Bulan! Aku Kudu Piye...?


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading