Seberapa Penting Sih Efisiensi Produksi Produk Unggas?

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
04 August 2021 16:15
Founder Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana

Jakarta, CNBC Indonesia - Efisiensi dalam biaya produksi produk unggas penting. Sebab, keekonomian biaya rantai produksi unggas baru bisa tercapai jika kolaborasi dari setiap lini upstream hingga downstream dilakukan.

CEO Widodo Makmur Perkasa Tumiyana mengatakan, efisiensi yang dilakukan harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Kolaborasi antara petani produsen pakan ternak, peternakan, hingga rumah pemotongan ini penting supaya bisa lebih efisien.

"Misal dari sisi keuangan, dari mereka petani muda bagaimana mendapat akses keuangan. Kalau sendiri-sendiri, on paper tidak akan ketemu," katanya dalam dalam Food & Agriculture Summit CNBC Indonesia pada, Rabu (4/8/2021).

Dalam konteks penanaman jagung untuk pakan ternak, menurut Tumiyana, jika orang menanam hanya satu hektare, tidak akan efisien. Tapi jika berkolaborasi menanam 1.000 hektare yang dikelola secara korporasi akan menjadi lebih efisien.



"Cost kita juga akan efisien, berapa rasio untuk dapatkan laba, dari kalkulasi saya 37% dari produksi jagung itu," katanya.

Selain itu, menurut Tumiyana, penting menambah nilai produk itu. Karena pada akhirnya ujungnya produk itu akan berkompetisi dengan market global. Menurutnya orang baru bisa melakukan ekspor kalau ongkos produksinya di bawah Rp 3.500.

"Kalau didorong petani ekspor tapi basic cost production tidak dapat itu tidak bisa," jelasnya.

Lalu terkait pupuk, pertanian, dan ternak itu dalam satu rangkaian. Sehingga peran kemudahan akses pupuk bagi petani juga penting untuk membentuk biaya ongkos produksi yang efisien.

Supaya mendapatkan ongkos produksi yang efisien di tengah harga jagung pakan ternak terhitung mahal, PT Widodo Makmur Perkasa akan berkolaborasi dengan banyak lapisan peternak. Tujuannya supaya petani bisa bertani secara efisien.

"Size lahan, berapa economic scale petani untuk menanam? Kok petani kita nanam 5.000 meter persegi mereka tidak akan dapat apa apa, tapi kalau economic scalenya dinaikan ke 2 hektare di situ laba petani akan tercapai," ujar Tumiyana.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Stabilisasi Harga Daging, WMP Targetkan Utilisasi 90% di 2022


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading