Harga Kripto Ambles Berjamaah, Cuma Cardano yang Selamat

Market - chd, CNBC Indonesia
04 August 2021 10:30
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) kembali diperdagangkan di zona merah pada perdagangan Rabu (4/8/2021) pagi waktu Indonesia, di tengah sentimen RUU pajak tambahan bagi pasar kripto yang dapat mengurangi optimisme pasar di industri kripto.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:15 WIB, dari enam kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya koin digital cardano yang masih bertahan di zona hijau pada pagi hari ini.

Koin digital cardano melesat 4,57% ke level harga US$ 1,36 per koin atau setara dengan Rp 19.448 per koinnya (asumsi kurs Rp 14.300/US$).


Sementara sisanya terpantau bergerak di zona merah. Bitcoin kembali ambles 1,82% ke level US$ 38.257,76/koin atau setara dengan Rp 547.085.968/koin, ethereum ambruk 1,49% ke US$ 2.518,95/koin (Rp 36.020.985/koin).

Selanjutnya binance coin terkoreksi 1,17% ke posisi US$ 323,25/koin atau setara dengan Rp 4.626.765/koin, ripple ambrol 1,48% ke US$ 0,7189/koin (Rp 10.280/koin), dan dogecoin anjlok 2,06% ke US$ 0,1974/koin (Rp 2.823/koin).

Bitcoin yang sebelumnya sempat diperdagangkan di range level US$ 39.000-US$ 40.000, kini mulai diperdagangkan kembali di level harga US$ 38.000.

Pasar kripto kembali diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini, setelah investor kembali khawatir dengan peraturan terkait industri kripto yang sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS) dan China.

Di AS, Kepala Securities and Exchange Commission (SEC), Gary Gensler mengatakan bahwa iasedang mempertimbangkan peraturan yang lebih kuat untuk pasar kripto.

Gensler dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Selasa (3/8/2021) kemarin mengatakan bahwa minatnya pada kripto tidak berarti dia akan lepas tangan dan tetap akan membuat aturan untuk keberlangsungan pasar kripto.

"Meskipun saya netral pada teknologi, bahkan saya tertarik dengan aset tersebut, hingga menghabiskan tiga tahun untuk mengajarkannya, namun saya tetap tidak netral tentang perlindungan investor," kata Gensler, dikutip dari CoinDesk.

Gensler sebelumnya telah berbicara tentang perlunya SEC untuk mengatur pertukaran kripto, dan sekarang hal ini akan menjadi cara termudah untuk memantau perdagangan koin digita, yang pada gilirannya dapat memainkan pinjaman peer-to-peer pada platform keuangan terdesentralisasi.

Di lain sisi, Rancangan Undang-undang (RUU) di AS yang mengusulkan untuk menarik dana sebesar US$ 28 miliar melalui pajak mata uang kripto tambahan mungkin membuat beberapa investor bitcoin dan kripto lainnya bingung. Namun sejauh ini, reaksi pasar terhadap RUU tersebut belum terlalu negatif.

Rabu pekan lalu, anggota parlemen yang menyusun RUU infrastruktur bipartisan di Kongres mengusulkan untuk meningkatkan sebesar US$ 28 miliar pajak kripto tambahan dengan menerapkan persyaratan pelaporan informasi baru ke bursa dan penyedia layanan kripto lainnya.

Menurut rancangan undang-undang tersebut, setiap broker yang mentransfer aset digital apa pun perlu mengajukan pengembalian di bawah masa pelaporan informasi yang dimodifikasi.

Hal itu akan memungkinkan Internal Revenue Service (IRS) untuk mendapatkan pajak yang sudah terutang atas keuntungan modal dari penjualan aset digital.

Pasar aset digital seringkali bereaksi cukup cepat terhadap pengumuman berita yang masih dianggap 'rumor', seperti sebelumnya pada kasus Amazon, yang rumornya akan menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Rumor tersebut kemudian dibantah oleh Amazon dan pasar langsung bereaksi negatif serta melakukan aksi jual besar-besaran yang menyebabkan harga kripto langsung ambruk.

"Ini bukan pengubah permainan bagi investor institusional," kata Edward Moya, analis senior di Oanda, dikutip dari CoinDesk.

"Namun, pengumuman itu dapat mengganggu aliran perkembangan makro bullish yang stabil dan membuat bitcoin siap untuk keluar dari kisaran perdagangan baru-baru ini." tambahnya.

Moya memperkirakan bahwa pajak kripto tambahan mungkin dapat menghalangi beberapa investor ritel yang sedang berinvestasi sekarang, tetapi dia mengatakan sebagian besar dunia kripto tidak memperdulikannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading