Analisis Teknikal

PPKM Level 4 Lanjut Sampai 9 Agustus, IHSG Bakal Goyah?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 August 2021 08:15
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak volatil di awal perdagangan Senin kemarin, tetapi setelahnya mampu konsisten bertahan di zona hijau, dan membukukan penguatan 0,44% ke 6.096,543.

Rilis data ekonomi dari dalam negeri cukup membebani IHSG kemarin, tetapi fokus utama tertuju pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, yang tentunya berdampak pada pergerakan IHSG hari ini, Selasa (3/8/2021).

Kemarin malam, pemerintah resmi memperpanjang PPKM level 4, yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"PPKM Level 4 yang diberlakukan tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus kemarin telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya. Baik dalam hal kasus konfirmasi harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, dan persentase BOR (Bed Occupancy Rate, tingkat keterisian ranjang rumah sakit). Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa indikator kasus pada minggu ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten kota tertentu," papar Jokowi.

DKI Jakarta yang kasus Covid-19 meski mengalami penurunan signifikan masih berada di level 4. Kemarin penambahan kasus baru di ibu kota negara ini dilaporkan yang terendah sejak 9 Juni, yakni sebanyak 1.410 kasus.

Dengan diperpanjangnya PPKM level 4 di Jakarta yang merupakan pusat perekonomian Indonesia dan Jawa-Bali, tren penambahan kasus Covid-19 tentunya bisa ditekan lebih lanjut, tetapi akan berdampak pada pelambatan ekonomi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan produk domestik bruto (PDB) di kuartal III-2021 mengalami kontraksi.

Kemarin ISH Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dilihat dari purchasing managers' index (PMI) merosot ke level 40,1 dari sebelumnya 53,4. Ini merupakan kali pertama PMI manufaktur mengalami kontraksi setelah sebelumnya berekspansi dalam 8 bulan beruntun.

Industri manufaktur merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari sisi lapangan usaha. Tahun lalu, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB dalah 19,88%. Sehingga kontraksi sektor manufaktur tentunya akan berdampak pada pelambatan pertumbuhan PDB.

Secara teknikal, IHSG kemarin rebound setelah menyentuh rerata pergerakan 100 hari (Moving Average 100/MA 100) di kisaran 6.050. Artinya MA 100 menjadi support yang cukup kuat, dan IHSG masih bertahan di atas tiga MA, yakni MA 50, 100 dan 200, yang bisa menjadi indikasi penguatan IHSG untuk jangka panjang.

Selain itu, IHSG juga masih didukung pola candle stick White Marubozu yang muncul pada Kamis (22/7/2021). Pola ini merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat. Secara psikologis, White Marubozu menunjukkan aksi beli mendominasi pasar.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Suatu candle stick dikatakan sebagai White Marubozu ketika harga open sama dengan low dan harga close sama dengan high.

Dengan munculnya White Marubozu peluang penguatan IHSG masih terbuka cukup lebar. Level 6.115 yang merupakan batas atas pola Ascending Triangle masih menjadi target penguatan, dan IHSG harus mampu mencatat strong break out agar bisa menguat lebih lanjut. Target penguatan selanjutnya di 6.140.

Sementara kisaran MA 100 6.050 tetap menjadi support terdekat. Penembusan di bawah level tersebut akan membawa IHSG turun ke 6.030, sebelum menuju level psikologis 6.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading