Harga Batu Bara Naik Lagi, Siap Tembus Rekor Tertinggi!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
02 August 2021 09:30
An undated handout photo of Whitehaven Coal's Maules Creek coal mine in New South Wales, Australia.   Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih berada di tren kenaikan. Harga semakin dekat menuju rekor baru.

Akhir pekan lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 152,75/ton. Naik 0,23% dibandingkan hari sebelumnya.

Pada 19 Juli 2021, harga komoditas ini berada di US$ 153,7/ton, tertinggi setidaknya sejak 2008. Jika harga naik terus, maka bukan tidak mungkin mencatat rekor terbaru.


Harga si batu hitam memang sedang dalam tren bullish. Dalam sepekan terakhir, harga batu bara melonjak 2,72% dan selama sebulan ke belakang kenaikannya mencapai 16,06%.

coal

Toby Hassall, Analis Refinitiv, menyebut ada dua faktor yang bisa menopang kenaikan harga batu bara. Satu, permintaan sedang tinggi, terutama di China.

Harga batu bara di Pelabuhan Qinhuangdao pada akhir pekan lalu berada di CNY 1.075/ton, naik 7,5% dari sepekan sebelummya. Pertumbuhan permintaan yang sangat pesat belum diimbangi dengan produksi batu bara domestik, sehingga China terus mengimpor.

Dua, harga gas alam juga dalam tren naik. Saat harga gas alam semakin mahal, pelaku usaha kembali melirik batu bara.

Per 26 Juli 2021, biaya pembangkitan listrik berbahan bakar gas alam di Eropa adalah EUR 36,95/MWh. Lebih mahal ketimbang pembangkitan batu bara yakni EUR 36,28/MWh.

Akan tetapi, Hassall juga melihat ada risiko yang membayangi pergerakan harga batu bara. Risiko itu adalah lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 30 Juli 2021 sebanyak 196.553.009 orang. Bertambah 623.707 orang dari hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 571.418 orang per hari. Naik dibandingkan rerata tujuh hari sebelumya yaitu 543.332 orang setiap harinya.

"Gelombang serangan virus corona di berbagai negara menyebabkan karantina wilayah (lockdown) kembali diberlakukan. Ini membuat aktivitas ekonomi berkurang, sehingga menurunkan permintaan energi kemudian batu bara," sebut Hassall dalam risetnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading