Sepekan, Bitcoin Cs Bergairah Lagi, Koin Ini Jawaranya!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
01 August 2021 10:00
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga aset kripto dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar cenderung bergerak variatif pagi ini, setelah menikmati 'cuan' selama sepekan terakhir.

Menurut data Coinmarketcap, pukul 08.47 WIB, dari 10 koin kripto raksasa, 7 di antaranya menguat pagi ini, sementara 3 sisanya melemah. 'Sang ibu' dari segala koin kripto, bitcoin terkoreksi 0,36% ke US$ 41.755,11/koin selama 24 jam terakhir. Sementara, ethereum naik 4,48% pagi ini.

Namun, dalam sepekan, bitcoin melesat 22,66%, mendaki level tertingginya sejak terjadi aksi jual besar-besaran (sell-off) pada pertengahan Mei lalu. Ini menandai sentimen bullish bitcoin setelah 'terjun bebas' dan melakukan konsolidasi harga di atas level support US$ 30.000 selama dua bulan.


Adapun token polkadot menjadi yang paling mencuat di antara 9 raksasa koin lainnya dalam 24 jam terakhir dan sepekan, dengan menguat masing-masing sebesar 16,07% dan 38,32%. Berbeda dengan yang lainnya, Tether dan USD Coin malah loyo, baik dalam sehari dan seminggu. Tether, misalnya, turun 0,07% dalam 24 jam belakangan dan 0,03% dalam sepekan.

No. 

Koin Kripto

Harga (US$)

% 24 Jam

% Sepekan

1

Bitcoin

41,755.11

-0.36

22.66

2

Ethereum

2,564.36

4.48

19.12

3

Tether

1.00

-0.07

-0.03

4

Binance Coin

340.30

5.72

13.84

5

Cardano

1.34

2.31

10.53

6

XRP

0.7558

0.78

25.78

7

Dogecoin

0.2106

0.97

8.97

8

USD Coin

0.9995

-0.06

-0.03

9

Polkadot

18.41

16.07

38.32

10

Uniswap

22.01

5.65

23.56

Sumber: Coinmarketcap.com | Harga per pukul 08.47 WIB

Namun, 'jawara' dalam 24 jam terakhir adalah koin siacoin dengan melejit 41,97% ke US$ 0,01977/koin, kendati masih belum mencapai level tertinggi sepanjang masanya pada 7 Januari 2018 ketika di posisi US$ 0,09168/koin.

Sementara, top gainers dalam sepekan dipegang oleh THORChain yang melonjak 88,20% ke US$ 6,38/koin. Harga tersebut masih jauh berada di bawah level tertinggi sepanjang masanya yang dicapai pada 16 Mei 2021 di US$ 19,46/koin.

Kemudian, top losers 24 jam terakhir diduduki oleh koin Helium yang ambles 6,19%, tetapi masih tumbuh 22,85% dalam sepekan. Adapun top losers sepekan jatuh pada saham MDEX yang turun 4,34% ke US$ 1,15/koin.

Meski dalam sepekan terakhir harga aset kripto naik gila-gilaan, tetapi sepertinya itu lebih karena technical rebound. Maklum, sebelumnya harga sempat anjlok parah.

Asal tahu saja, bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa mendekati US$ 65 ribu pada pertengahan April seiring memuncaknya euforia pasar dan bursa Coinbase AS go public. Namun, kemudian penuh ketidakpastian setelah 'dimusuhi' oleh berbagai otoritas di banyak negara.

Paling mencolok adalah China, yang melarang aktivitas 'penambangan' dan perdagangan aset kripto. Selain tidak ramah lingkungan karena membutuhkan banyak energi, perdagangan aset kripto juga penuh spekulasi.

Padahal, 'penambangan' bitcoin di China mewakili 70% pasar dunia. Kini para penambang itu memindahkan operasinya di luar negeri dengan kapasitas data yang terbatas dan hambatan logistik.

"Banyak pemain besar yang tidak online lagi sejak Juni atau Juli," ujar Thomas Heller, Chief Business Officer di Compass Mining, seperti dikutip dari Reuters.

Beberapa analis memperkirakan bitcoin akan tetap berada di range harga US$ 30.000 - US$ 40.000, karena saat ini penguatan bitcoin perlu rehat sejenak.

"Kami memperkirakan bahwa pasar akan terus berada dalam kisaran US$ 30.000 - US$ 40.000 dalam jangka pendek," tulis QCP Capital dalam Telegramnya, dikutip dari CoinDesk.

"Menjelang berakhirnya akhir bulan Juli, kami memperkirakan bitcoin akan cenderung bertahan saat minat pasar kembali terbuka." tambah QCP Capital.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading