Sederet Upaya KBRI London Tingkatkan Perdagangan RI-Inggris

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
30 July 2021 12:40
Dubes RI Untuk Inggris Desra Percaya dalam acara UMKM Go Global Bersama BNI. (Dok: Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar RI Untuk Inggris Desra Percaya mengungkapkan produk Indonesia masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Inggris. Bahkan dalam lima tahun terakhir perdagangan Indonesia-Inggris cenderung turun 2,27%, sehingga masih ada ruang untuk peningkatan perdagangan bilateral.

"Momentumnya sangat pas, dengan adanya Brexit mereka akan agresif mencari segmen market partner yang lain. Di sini merupakan potensi bagi Indonesia, termasuk bagi UMKM" kata Desra dalam UK SME's Business Summit 2021, Kamis (29/7/2021).

Pihaknya pun memiliki lima strategi utama untuk meningkatkan hubungan dagang ini, terutama peningkatan ekspor produk UMKM Indonesia ke Inggris. Pertama, memfasilitasi antara pemerintah Indonesia dan Inggris dalam Joint Trade Commite (Jetco).


Kedua, memberi masukan ada pemerintah tentang peluang dan hambatan perdagangan. Desra mengatakan pemerintah Inggris pun melihat potensi peningkatan hubungan dagang dengan Indonesia, karena selama ini belum digarap maksimal.

"Ketiga, untuk UMKM kami juga memberikan info peluang pasar dengan market intelligent, kami punya website dan tim ekonomi yang solid. Informasi ini mudah diakses, silahkan teman-teman UMKM kalau mau buka bisnis kami bisa menghubungkan, dan kami pasti meresponnya," tegasnya.

Keempat, engagement dengan sektor perdagangan di Inggris untuk menjaga hubungan baik dan berdiskusi mencari solusi terhadap masalah di lapangan. Kelima, promosi produk Indonesia termasuk UMKM agar lebih dikenal agar lebih dikenal dengan konsumen Inggris.

"Kami juga mendorong UMKM yang ada disini untuk memasarkan produknya lewat e-commerce dan bersama ISME aktif mengajak. Situasi lockdown dan pandemi ini membuat perdagangan barang banyak melalui e-commerce dan bisa dimanfaatkan," uajr Desra.

KBRI juga memanfaatkan atase perdagangan sebagai penghubung bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar Inggris. Menurutnya dengan banyaknya penggunaan e-commerce di Inggris bisa menjadi pintu masuk bagi produk-produk baru asal Indonesia.

"Untuk menghubungkan penjual pembeli dan UMKM kami berkoordinasi dengan Tim Kemenlu dan Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi, yang menghubungkan dengan domestik market. Jadi harusnya tidak sulit untuk peningkatan perdagangan, blessing in disguise di tengah Covid-19 tetap harus berinovasi mengetahui potensi market di Inggris," ungkapnya.

Dia jugamenegaskan biaya transportasi harus ditekan agar tidak membebani dalam arus pengiriman barang, terutamaUMKM yang ingin memasarkan produknya. 

Desra mengakui selama ini biaya pengiriman barang ke Inggris dari Indonesia masih sangat mahal. Akibatnya, produk Indonesia yang masuk ke Inggris harus melalui hub yang ada di Belanda.

Jika ingin meningkatkan pangsa pasar ke Inggris Raya, menurutnya dapat dipertimbangkan pengiriman langsung dan mengurangi ketergantungan pada hub Belanda.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading