Bagaimana prospek harga emas ke depan? Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters terhadap 38 analis dan trader, harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.830/troy ons hingga akhir tahun ini. Namun tahun depan, sepertinya harga emas bakal turun karena bank sentral di berbagai negara mulai melakukan pengetatan kebijakan (tapering off).
Sepanjang kuartal III-2021, pelaku pasar memperkirakan rata-rata harga emas berada di US$ 1.835/troy ons dan naik menjadi US$ 1.841/troy ons pada kuartal IV-2021. Sementara untuk keseluruhan 2021, rata-rata harga emas diperkirakan US$ 1.812/troy ons dan kemudian turun menjadi US$ 1.785/troy ons pada 2022.
Dalam jangka pendek, kenaikan harga emas akan didorong oleh peningkatan permintaan seperti untuk kebutuhan perhiasan maupun investasi pengganti dolar AS yang cenderung melemah akhir-akhir ini. Tren peningkatan inflasi global juga membuat emas menjadi lebih menarik, karena emas dipandang sebagai aset 'anti-inflasi'.
Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas dalam waktu dekat ada di kisaran US$ 1.842-1.855/troy ons. Sedangkan level support akan berada di rentang US$ 1.822-1.810/troy ons.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/aji)