Analisis Teknikal

"Hantu' Stagflasi Muncul Lagi, IHSG Bakal Lanjut Volatil

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 July 2021 08:11
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak volatil pada perdagangan Kamis kemarin, tetapi bedanya kali ini berhasil menguat 0,53% ke 6.120,727. IHGS sepanjang perdagangan bahkan tidak mencicipi zona merah.

Penguatan tersebut dipicu pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) yang mengindikasikan tidak akan melakukan tapering dalam waktu dekat.

Sayanganya, IHSG masih terbebani tingginya penambahan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19). Kemarin, jumlah kasus baru dilaporkan sebanyak 43.479 kasus. Di sisi lain, kasus Covid-19 di DKI Jakarta menunjukkan penurunan, kemarin tercatat ada 3.845 kasus baru, turun daru haru sebelumnya 5.525 kasus.


Selain itu, kasus aktif di Jakarta juga turun menjadi 27.477 kasus dari sebelumnya 35.084 kasus. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Barat (127.345 kasus), Jawa Tengah (58.727 kasus) dan Jawa Timur (57.126 kasus).

Sementara itu dari eksternal, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dilaporkan tumbuh 6,5% di kuartal II, sedikit lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya 6,3%, tetapi jauh di bawah estimasi Dow Jones sebesar 8,4%.

Data tersebut menguatkan ekspektasi jika bank sentral AS (The Fed) tidak akan melakukan tapering dalam waktu dekat. Alhasil bursa saham AS (Wall Street) menghijau kemarin.

Tetapi di sisi lain, rilis tersebut kembali memunculkan kecemasan stagflasi, yakni pertumbuhan ekonomi yang merosot tetapi inflasi tinggi. Sebab kasus penyakit virus corona (Covid-19) sedang mengalami peningkatan di berbagai negara. Sementara dengan perekonomian yang terus dibanjiri likuiditas, inflasi berisiko meroket. Di AS, inflasi berdasarkan Personal Consumption Expenditure (PCE) di bulan Mei melesat 3,4% (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 1992. Data terbaru akan dirilis hari ini, hasil polling Reuters menunjukkan inflasi akan naik lagi menjadi 3,9% YoY.

Faktor-faktor tersebut dapat membuat IHSG bergerak volatil lagi pada perdagangan Jumat (29/7/2021).

Secara teknikal, IHSG mampu melewati batas atas pola Ascending Triangle di kisaran 6.115, tetapi tergolong weak break out karena masih belum jauh di atasnya. Meski demikian, hal tersebut bisa menjadi kabar bagus

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir IHSG juga sukses bertahan di atas rerata pergerakan 100 hari (Moving Average 100/MA 100). Artinya, IHSG mampu konsisten bergerak di atas tiga MA, yakni MA 50, 100 dan 200.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Selain itu, IHSG juga masih didukung pola candle stick White Marubozu yang muncul pada Kamis (22/7/2021). Pola ini merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat. Secara psikologis, White Marubozu menunjukkan aksi beli mendominasi pasar.

Suatu candle stick dikatakan sebagai White Marubozu ketika harga open sama dengan low dan harga close sama dengan high.

Dengan munculnya White Marubozu peluang penguatan IHSG masih terbuka cukup lebar. Selama bertahan di atas 6.115 IHSG berpeluang menguat ke 6.140. Jika mampu menembusnya dengan konsisten, IHSG berpeluang menuju 6.180.

Sementara jika menembus ke bawah level psikologis 6.100, IHSG berisiko turun kisaran MA 100 di 6.060 hingga 6.050. Penembusan di bawah level tersebut akan membawa IHSG turun ke 6.030.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading