Ini Lho Alasan Kantor Cabang Bank tak Bisa Hilang Sama Sekali

Market - Khairun Alfi Syahri MJ, CNBC Indonesia
29 July 2021 16:00
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor pendorong akselerasi digitalisasi dalam bisnis perbankan. Salah satu tandanya tampak pada berkurangnya transaksi di kantor-kantor cabang hingga transaksi di ATM yang mulai ditinggalkan oleh nasabah.

Jamak ditemukan nasabah, terutama yang berasal dari kalangan milenial, yang enggan untuk langsung pergi ke ATM (transaksi offline) dan lebih memilih transaksi online melalui gadget. Lantas, apakah dengan demikian layanan konvensional akan 'mati'?

Berbicara dalam Power Lunch CNBC Indonesia, Kamis (29/7/2021), Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia Haryanto T Budiman memaparkan analisisnya terkait fenomena-fenomea tersebut.


"Transaksi yang sifatnya digital itu memang luar biasa dibandingkan transaksi di cabang, tapi tetap ada orang yang harus bertransaksi di cabang. Jadi cabang itu tidak bisa hilang sama sekali," ujar Haryanto.

Ia memperkirakan jumlah transaksi di cabang secara nominal masih sekitar 30% dari total transaksi dari segi nominal.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan saat ini bank-bank mulai enggan untuk membuka kantor cabang baru. Bahkan jumlah kantor cabang perbankan juga telah mengalami penurunan hingga lebih dari 3.000 kantor cabang dalam waktu hampir enam tahun terakhir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bank Terapkan Tarif MDR 0,5% Pada Transaksi Kartu Elektronik


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading