Hadapi PPKM Level 4, Bos BTN Ungkap Strategi Genjot Kredit

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 July 2021 17:45
Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo/CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank BUMN yang fokus kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit menjadi 6-7% pada tahun ini, dari proyeksi sebelumnya 9%.

Hal ini mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang belum pulih dan diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali sejak 3 Juli hingga 2 Agustus mendatang, yang turut berimbas pada aktivitas bisnis, terutama permintaan kredit.

"Kami revisi, awalnya 9%, dan melihat Covid-19 belum puluh, kami revise down menjadi 6-7%, kami sudah di tengah jalan di 5,9%, mudah-mudahan bisa tercapai," kata Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/7/2021).


Eks Direktur Keuangan Bank BRI itu mengatakan, kebijakan PPKM Level 4 berimbas pada pembatasan aktivitas nasabah BTN yang berpotensi bisa meningkatkan risiko kredit bermasalah perseroan.

"PPKM ini berdampak pada aktivitas nasabah BTN, ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit, tahun ini walau sudah di atas rata-rata industri, masih lebih rendah dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Meski demikian, perseroan sudah menyiapkan strategi untuk menjaga kualitas kredit dengan meningkatkan tambahan pencadangan menjadi sebesar 120% dari periode yang sama di tahun sebelumnya 107,90%.

Dengan demikian, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dapat ditekan turun menjadi 4,1% sampai posisi Juni 2021 dari 4,71% tahun lalu dan diperkirakan akan mencapai 3,9% akhir tahun ini.

Seperti diketahui, pada 6 bulan pertama tahun ini, BBTN mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp 920 miliar, naik 19,87% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) sebesar Rp 768 miliar.

Dari sisi pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59% secara tahunan (yoy) dari Rp 251,83 triliun menjadi Rp 265,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut tercatat berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh sebesar 0,45% yoy per Juni 2021.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit Bank BTN dengan kenaikan sebesar 11,17% yoy menjadi Rp 126,29 triliun per kuartal II/2021.

KPR Non-subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,90% yoy menjadi Rp 80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat di level 17,47% yoy menjadi Rp5,43 triliun pada kuartal II/2021.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), tercatat tumbuh sebesar 31,84% yoy menjadi Rp298,38 triliun pada kuartal II/2021 dari Rp 226,32 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan DPK tersebut disumbang oleh kenaikan pada seluruh segmen yakni tabungan, giro, dan deposito masing-masing sebesar 17,70% yoy, 15,06% yoy, dan 43,53% yoy per kuartal II/2021.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading