Crazy Rich Dato' Tahir Buka-bukaan Alasan Jadi Filantropis

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 July 2021 16:40
Tahir (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di masa pandemi Covid-19, uluran tangan para dermawan atau filantropis menjadi harapan dan bantuan yang mampu meringankan beban masyarakat terdampak.

Hal ini mendorong banyak pengusaha nasional yang turun tangan membantu pemerintah dalam penanganan pandemi dengan menyalurkan donasi. Grup Mayapada misalnya, memberikan bantuan senilai Rp 52 miliar penanganan wabah virus corona.

Bantuan tersebut dibagikan kepada warga DKI Jakarta sebesar Rp 22 miliar, untuk warga Jawa Barat sekitar Rp 10 miliar. Selain itu bantuan juga diberikan kepada warga Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing Rp 10 miliar.


Pendiri Grup Mayapada, Dato' Sri Tahir yang juga filantropis ini mengatakan, di masa krisis pandemi, upaya yang dilakukannya untuk membantu meringankan beban pemerintah sekaligus membantu banyak orang yang kesulitan akibat pandemi virus Corona.

"Kalau kehadiran seseorang bisa meringankan atau membahagiakan orang lain, harus dikerjakan," ujar Dato' Sri Tahir, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Rabu (28/7/2021).

Dato menjelaskan, ia selalu berusaha hadir untuk memberikan bantuan di saat-saat Indonesia menghadapi bencana besar, seperti Tsunami di Aceh, Gempa Yogyakarta termasuk salah satu yang menjadi sorotan ketika Gempa Palu dan Donggala pada Oktober 2018 lalu ia mengirimkan berdus-dus makanan cepat saji melalui pesawat. Sebab, pada saat itu, bantuan makanan paling sangat dibutuhkan segera.

Pria kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952 ini juga dikenal baik di luar negeri sebagai orang yang aktif dalam kegiatan sosial dan kegiatan filantropi.

Menurut Tahir, apa yang dilakukannya sebagai caranya bersyukur. Berdasarkan laporan Forbes, Tahir saat ini Tahir juga memiliki kekayaan bersih senilai US$ 3,4 miliar atau setara dengan Rp 49 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

"Saya tidak ada kekhawatiran, saya merasa itu ibadah, saya lahir di keluarga yang miskin. Hari ini berkecukupan bersyukur, kalau saya jadi miskin lagi oke juga karena itu habitat saya. Saya khawatir kalau kita makan enak, banyak orang makan gak enak, hati saya tertegor," ungkapnya.

Pendiri Tahir Foundation ini juga tidak pernah menerapkan rumus baku berapa persen dari harta kekayaan yang disumbangkan untuk aktivitas berderma. Namun, menurutnya memberikan bantuan adalah kegiatan yang mulia karena bisa menolong banyak orang, trutama di saat krisis pandemi sekarang ini.

"Jangan hitung untung rugi, bisa beramal itu adalah barokah yang diberikan Gusti Allah. Pandemi ini bisa membantu orang, membantu nyawa, itu barokah kesempatan yang diberikan untuk berbuat baik," ujar pemilik PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) ini.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading