Heboh Sumbang Rp 2 T untuk Covid-19, Siapa Sosok Akidi Tio?

Market - chd, CNBC Indonesia
27 July 2021 12:15
Sumbangan Keluarga Akidi

Jakarta, CNBC Indonesia - Jagat maya kembali dihebohkan kabar dari seorang pengusaha yang memberikan dana bantuan sosial untuk penanganan virus corona (Covid-19) senilai Rp 2 triliun kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Eko Indra Heri.

Pemberian dana bantuan triliunan disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus. Pemberinya merupakan keluarga pengusaha asal Aceh, almarhum (alm) Akidi Tio.

"Dana tersebut diberikan salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh. Dan sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak COVID-19," kata Irjen Eko Indra, Senin (26/7/2021), dikutip dari Detiknews.


Mantan asisten SDM Kapolri itu mengatakan bantuan yang diterima merupakan amanah yang cukup berat. Untuk itu, Eko menegaskan dana tersebut akan dikomunikasikan dengan semua pihak agar cepat disalurkan kepada masyarakat yang tepat.

"Kita akan berikan kepada warga yang berhak menerimanya," katanya.

Sementara itu, Gubernur Hernan Deru turut mengapresiasi bantuan yang diberikan keluarga almarhum Akidi Tio.

"Sumsel dapat bantuan Covid-19 Dananya sekitar Rp 2 triliun," kata Deru usai penyerahan dana hibah Covid-19 di Polda Sumsel.

Siapakah Almarhum Akidi Tio?

Jika ditelusuri dari jejak digitalnya, belum jelas sebagai pengusaha apa almarhum Akidi Tio. Namun secara gambaran besarnya, Akidi Tio merupakan pengusaha kontraktor, kontainer, dan besi.

Irjen Eko Indra Heri mengaku mengenal keluarga Akidi Tio saat dirinya bertugas di Aceh Timur. Saat itu Eko menjabat Kasat Reskrim Polres Aceh Timur.

"Kebetulan saya Kasat Serse (Kasat Reskrim) di sana. Kemudian saya pindah tugas di Palembang," katanya.

Setelah berdinas di Palembang, mantan Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM) tersebut bertemu kembali dengan Akidi. Sayangnya, Eko mendapat kabar Akidi telah wafat setelah lama tidak berkomunikasi.

"Saya bertemu dengan almarhum Pak Akidi di Jalan Veteran (Palembang). Beberapa kali saya lewat rumah lama, ternyata beliau telah meninggal di Medan," katanya.

Sementara itu dari pihak keluarga Akidi Tio, yakni dokter pribadi sekaligus dokter keluarga Akidi Tio, Hardi Dermawan menjadi perantara dalam pemberian bantuan senilai Rp 2 triliun.

Hardi menjadi dokter keluarga Akidi turun temurun sejak puluhan tahun lalu, dari Akidi hingga anak, cucu, dan cicitnya.

"Saya sebetulnya adalah dokter keluarga dari Pak Akidi, sudah 36 tahun. Ya kalau dengan menantu, anak-cicit itu sudah 48 tahun," terang Hardi kepada wartawan.

Hardi mengatakan biasanya pihak keluarga menghubunginya untuk berobat. Namun kali ini keluarga Akidi menyebut akan memberi kejutan dengan memberikan bantuan Rp 2 triliun.

"Biasa mereka berobat, beberapa hari lalu menghubungi. Kasih suprise mau bantu dana pengendalian Covid-19 dan kesehatan di Palembang dan Sumatera Selatan," ujar Hardi.

Hardi menyebut latar belakang bantuan diberikan sesuai dengan arti nama Akidi. Sebab, nama Akidi berarti keyakinan yang akan terus menebarkan kebaikan.

"Pak Akidi itu sesuai nama, artinya adalah keyakinan. Maka dia berpesan sama anak, menantu cucu, cicit 'kalau kamu berhasil dalam usaha apapun juga. Jangan lupa kamu sisihkan untuk orang miskin, orang dalam kesulitan', itu pesan beliau," terang Hardi mengingat pesan Akidi.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading