OJK Keluarkan Pedoman Produk Keuangan Berkelanjutan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 July 2021 11:22
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan saat ini terdapat empat arah kebijakan untuk mengembangkan keuangan berkelanjutan di Indonesia. Ini merupakan tahap kedua dari roadmap keuangan berkelanjutan yang akan diimplementasikan periode 2021-2025 mendatang.

Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan fokus pertama saat ini adalah penyelesaian taksonomi hijau yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan produk keuangan berkelanjutan serta sustainable financial disclosure.

"Fokus kepada prioritas penyelesaian taksonomi hijau. Ini sebagai bahan atau pedoman kita bersama sehingga kita punya bahasa yang sama bagaimana yang kita sebut apa itu green, apa itu green bond, green economy, dan sebagainya. Dan ini akan sejalan dengan berbagai kebijakan di road map pertama, termasuk pelaporan oleh institusi jasa keuangan ke OJK," kata Wimboh dalam ESG Capital Market Summit 2021, Selasa (27/7/2021).


Selanjutnya adalah mengembangkan manajemen risiko bagi institusi jasa keuangan yang berhubungan dengan climate untuk bisa dijadikan sebagai pedoman bersama. Wimboh mengungkapkan bahwa manajemen risiko ini telah pembahasan di level internasional.

Bahkan zona Eropa telah memasukkan manajemen risiko iklim telah dimasukkan dalam pilar 1 perhitungan modal perbankan. Namun demikian, kawasan Asia Tenggara saat ini masih dalam tahap pembahasan untuk menerapkan kebijakan yang sama.

"Namun demikian artikulasi kami terutama di ASEAN kita sangat hati-hati dan belum terlalu dini untuk memasukkan ini dalam pilar 1, cuma kita sepakat harus siap siap," imbuh dia.

Selanjutnya, OJK juga terus mengembangakn berbagai skema pembiayaan atau pendanaan proyek berwawasan keuangan berkelanjutan. Untuk saat ini, produk keuangan berkelanjutan yang ada di Indonesia saat ini baru green bond.

Terakhir adalah meningkatkan kesadaran dan pembangunan kapasitas untuk seluruh stakeholders jasa keuangan di Indonesia untuk terus melanjutkan penerapan keuangan berkelanjutan.

Wimboh mengungkapkan saat ini OHK telah mempersiapkan adanya task force untuk keuangan berkelanjutan bersama dengan stakeholder dan pelaku industri, baik secara nasional dan regional.

"Kami optimis melakui kerja sama yang baik, koordinasi yang baik, penyusunan berbagai kebijakan dan regulasi serta impelementasi di lapangan akan menjadi mudah apabila kita mempunyai bahasa yang sama terutama dalam taksonomi tadi dan mempunyai gerak langkah sinergi agar ini berjalan dengan baik dengan tujuan utama adalah bagaimana ini bermanfaat bagi ekonomi Indonesia pada khususnya," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aset Industri Asuransi RI Tembus Rp 1.491 T


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading