Duh! Gara-gara Amazon, Investor Panik & Harga Bitcoin Cs Drop

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
27 July 2021 10:20
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Selasa (27/7/2021) pagi waktu Indonesia, setelah selama enam hari beruntun mengalami penguatan

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:15 WIB, keenam kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin berbalik melemah pada pagi hari ini.

Tercatat bitcoin melemah 2,29% ke level harga US$ 37.116,8/koin atau setara dengan Rp 536.337.760/koin (asumsi kurs Rp 14.450/US$), ethereum ambles 5,04% ke level US$ 2.181,47/koin (Rp 31.522.242/koin), binance coin ambruk 5,32% ke US$ 302,76/koin (Rp 4.374.882/koin).


Selanjutnya cardano anjlok 5,62% ke level US$ 1,24/koin atau setara dengan Rp 17.918/koin, ripple terkoreksi 3.74% ke posisi US$ 0,6196/koin (Rp 8.953/koin), dan dogecoin merosot 4,33% ke US$ 0,1993/koin (Rp 2.880/koin).

Bitcoin dan kripto lainnya kembali melemah setelah perusahaan e-commerce Amazon menyangkal dari kabar suatu media yang menyatakan bahwa Amazon sedang bersiap untuk menerima cryptocurrency.

Laporan dari Kota London A.M. surat kabar, dengan anonim "insider", mengirim cryptocurrency terbesar di dunia naik sebanyak 14,5% sebelum memangkas kenaikan ke perdagangan terakhir 6% lebih tinggi di level US$ 37.684,04.

"Spekulasi yang terjadi terkait rencana khusus kami untuk cryptocurrency adalah tidak benar," kata juru bicara Amazon, dikutip dari Reuters.

"Kami saat ini tetap fokus untuk mengeksplorasi kebutuhan pelanggan kami yang berbelanja di Amazon." tambah Amazon.

Sebelumnya pada Kamis (22/7/2021) lalu, Amazon memposting lowongan pekerjaan untuk mata uang digital dan pemimpin produk blockchain.

Kembali melemahnya kripto pada hari ini membuat pelaku pasar kembali dikhawatirkan dengan kembali terjadinya crypto winter di bitcoin dan kripto lainnya.

Crypto winter atau musim dingin kripto adalah masa di mana kripto mengalami periode stagnansi dan cenderung dalam waktu yang panjang. Crypto Winter pernah dialami bitcoin pada 2018 lalu, ketika ambrol harganya lebih dari 70%, kemudian stagnan cenderung menurun hingga April 2019.

Di lain sisi, perusahaan produsen mobil listrik ternama di dunia, Tesla mengungkapkan bahwa tidak ada penjualan atau pembelian baru oleh perusahaan dalam bentuk aset digital, seperti yang dijelaskan dari rilis laporan keuangan kuartal kedua tahun 2021 Senin kemarin.

Tesla saat ini masih memegang kripto sekitar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.450/US$) dalam bentuk bitcoin.

Tesla mengumumkan pada Februari lalu bahwa mereka telah membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Tetapi di kuartal I-2021, perusahaan memangkas posisi bitcoinnya sebesar 10% dari penjualan yang meningkat. Baru-baru ini, Musk juga mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan milik pribadinya, SpaceX, memegang bitcoin.

Tesla melaporkan penurunan sebesar US$ 23 juta pada kepemilikan bitcoinnya. Hal Ini karena bitcoin dianggap sebagai aset inventaris, yang berarti bahwa berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum, nilainya dicatat pada harga terendah yang dicapai bitcoin pada kuartal tersebut.

Pada Mei lalu, Musk mengumumkan Tesla tidak akan lagi menerima bitcoin untuk produknya karena masalah lingkungan atas penggunaan batu bara dan bahan bakar fosil lainnya dari penambangan bitcoin.

Namun sikap Musk kembali berubah pada awal bulan ini, di mana Musk mengatakan profil lingkungan bitcoin membaik dan Tesla kemungkinan akan kembali menerima bitcoin untuk opsi pembayarannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading