Gainers-Losers Sesi I

Saham ZYRX-ABBA Melesat, Waduh MPPA-UNVR Malah Nyungsep!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 July 2021 12:28
(foto: unilever.co.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen laptop brand Zyrex, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) dan emiten media yang dibangun oleh Menteri BUMN Erick Thohir PT Mahaka Media Tbk (ABBA) bertengger di deretan top gainers pada paruh pertama perdagangan hari ini, Jumat (23/7/2021).

Berbeda nasib, saham emiten pengelola gerai Hypermart Grup Lippo PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bersama emiten barang konsumer raksasa PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terjungkal sebagai 'pecundang'.

Setelah tampil 'perkasa' kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga siang ini. IHSG merosot 0,71%, meninggalkan level psikologis 6.100, ke posisi 6.094,142 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (23/7).


Menurut data BEI, ada 186 saham menguat, 272 saham melemah dan 159 saham tak bergerak, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,70 triliun dan volume perdagangan mencapai 14,49 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa Tanah Air dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 101,52 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 11,92 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (23/7).

Top Gainers

  1. Jaya Agra Wattie (JAWA), saham +26,09%, ke Rp 145, transaksi Rp 9,1 M

  2. Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX), +24,79%, ke Rp 730, transaksi Rp 41,8 M

  3. Mahaka Media (ABBA), +16,57%, ke Rp 422, transaksi Rp 70,8 M

  4. Yelooo Integra Datanet (YELO), +11,56%, ke Rp 222, transaksi Rp 47,4 M

  5. Digital Mediatama Maxima (DMMX), +8,11%, ke Rp 2.800, transaksi Rp 125,3 M

Top Losers

  1. Matahari Putra Prima (MPPA), saham -6,15%, ke Rp 915, transaksi Rp 29,2 M

  2. Jasnita Telekomindo (JAST), -4,96%, ke Rp 134, transaksi Rp 7,6 M

  3. Unilever Indonesia (UNVR), -4,28%, ke Rp 4.180, transaksi Rp 209,2 M

  4. Asia Pacific Investama (MYTX), -4,21%, ke Rp 91, transaksi Rp 2,5 M

  5. Bank Neo Commerce (BBYB), -4,17%, ke Rp 575, transaksi Rp 47,6 M

Menurut data di atas, saham ZYRX melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 24,79% ke Rp 730/saham. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk hari ini, saham ZYRX sudah mencatatkan reli kenaikan selama 6 hari perdagangan beruntun.

Alhasil, dalam sepekan saham ini melejit 44,55%, sementara dalam sebulan melesat 18,70%.

Kenaikan saham dalam beberapa hari terakhir ini tersulut sentimen ambisi pemerintah yang ingin menciptakan barang elektronik dalam negeri. Salah satunya laptop Merah Putih. Pembuatannya menggandeng produsen laptop dalam negeri, salah satunya ZYRX.

Tujuannya untuk meningkatkan tingkatan Tingkatan Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mengurangi ketergantungan terhadap impor laptop.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sudah ada laptop yang diproduksi dalam negeri hasil dari Kerjasama kampus ternama di Indonesia.

"Kalau kita lihat ada yang diproduksi dalam negeri, yang dibuat ITB, ITS, dan UGM, bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk membentuk konsorsium, membuat produk tablet dan laptop merah putih dengan merek Dikti Edu," jelasnya seperti dikutip Jumat (23/7/2021).

Bersama saham ZYRX, saham ABBA juga melesat 16,57%, setelah terkoreksi 1,63% pada perdagangan kemarin. Sebelum terkoreksi, saham ABBA sempat menguat selama 6 hari beruntun, atau dalam rentang 13-21 Juli.

Alhasil, dalam sepekan saham ini melonjak 57,46%, sementara dalam sebulan 'terbang' 81,90%.

Sementara, saham MPPA ambles 6,15% ke Rp 915/saham, melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya ketika ditutup melorot 4,88%. Ini membuat saham MPPA anjlok 16,44% dalam kurun seminggu terakhir.

Selain MPPA, saham UNVR juga terjungkal 4,28% ke Rp 4.180/saham, setelah pada Kamis (22/7) kemarin saham ini juga terkoreksi. Dalam sepekan saham UNVR ambles 6,60%, sementara dalam sebulan melemah 3,02%.

Seiring dengan merosotnya saham UNVR, asing juga melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 58,5 miliar, membuat saham ini berada di posisi kedua saham yang paling banyak dijual asing.

Pelemahan saham UNVR terjadi setelah perusahaan yang baru saja merilis laporan kinerja semester-I yang tertekan.

Laba bersih UNVR per Juni tercatat sebesar Rp 3,05 triliun, turun 15,75% dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,62 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat ini (23/7), penurunan laba bersih seiring dengan koreksi pendapatan di periode 6 bulan ini. Pendapatan UNVR tercatat Rp 20,18 triliun, turun 7,30% dari Juni 2020 sebesar Rp 21,77 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading