Dicaplok Singapura, Emiten Batu Bara Ini Private Placement

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
23 July 2021 11:25
Dok PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten yang bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), berencana melaksanakan penambahan modal melalui penerbitan saham baru tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD) atau skema private placement.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan ini sebanyak 871,16 juta saham baruĀ atau setara 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Skema private placement ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan maksimal 9,09% apabila penambahan modal terserap sepenuhnya.


Saham baru tersebut akan diterbitkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 162/saham sehingga diperoleh jumlah penambahan modal sebesar Rp 141,13 miliar.

Jumlah saham setelah private placement bertambah menjadi 9.582.760.956 saham dari sebelumnya 8.711.600.956 saham. Semua saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di BEI.

Tanggal Pelaksanaan penambahan modal yang direncanakan pada 30 September 2021 masih menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan 30 Agustus mendatang, dikutip keterbukaan informasi (22/7).

Pihak manajemen mengatakan alasan dilaksanakannya private placement salah satunya adalah untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

"Dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perseroan, baik yang dilaksanakan oleh perseroan sendiri maupun melalui entitas anak, perseroan merasa perlu untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam rangka meningkatkan kegiatan usaha perseroan dan entitas anak," tulis pihak manajemen, dilansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/7).

Pihak manajemen juga mencatat rencana penambahan modal ini merupakan antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan dana selama kurun waktu 2 tahun mendatang.

Manajemen DWGL menambahkan bahwa dana yang berhasil dihimpun akan digunakan oleh anak perusahaannya untuk modal kerja pembelian batu bara.

"Rencana PMTHMETD ini merupakan langkah strategis perseroan dalam rangka memperkuat struktur permodalan perseroan dimana dana penambahan modalĀ akan digunakan untuk peningkatan modal pada anak perusahaan yaitu PT Sinergi Laksana Bara Mas (SLBM), yang akan dipergunakan sebagai modal kerja pembelian batu bara," tulis manajemen DWGL.

Dok PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)Foto: Dok PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)
Dok PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)

Data prospektus tersebut terungkap bahwa saham baru ini akan diserap sepenuhnya oleh pemegang saham mayoritas yakni Hawthorn Capital Investment Pte Ltd.

Dengan demikian, porsi sahamnya dari 51,54% (4.489.671.120 saham) bertambah menjadi 55,94% atau 5.360.831.120 saham.

Pemegang saham lain yakni PT Dian Ciptamas Agung mengalami dilusi atau berkurang dari 9,37% menjadi 8,51%, PT Asuransi Simas Jiwa-Simas Equity Fund 2 berkurang dari 7,18% menjadi 6,53%, investor publik juga terdilusi dari 28,88% jadi 26,25% dan PT Prima Samoda dari 3,04% jadi 2,76%.

Pada 12 April 2019, 51% saham Dwi Guna dicaplok Hawthorn-Capital, perusahaan investasi berbasis Singapura yang didirikan pada November 2017. Hawthorn terdaftar dalam Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) pada 30 Mei 2018 dan beralamat resmi di Hong Leong Building, Singapura.

Sepanjang tahun lalu laba DWGL tercatat turun menjadi Rp 1,57 triliun dari semula di tahun 2019 sebesar Rp 1,72 triliun. Perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih Rp 14,06 miliar di tahun 2020 dari sebelumnya mengalami rugi bersih Rp 26,28 miliar tahun sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan sesi II Kamis (22/7), saham DWGL naik 3,91% ke level Rp 186/saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,62 triliun. Selama sebulan saham ini naik 3,33% dan sejak awal tahun tumbuh 13%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading