Nilai IPO Saham Tembus Rp 7,6 T, Masih Antre 26 Calon Emiten!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 July 2021 12:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, sampai dengan Jumat 16 Juli 2021 ini, nilai penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana saham (IPO, initial public offering) sebesar Rp 7,61 triliun.

Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 99,2% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 3,82 triliun.

Seperti diketahui, sampai dengan saat ini terdapat 25 perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI. PT PAM Mineral Tbk (NICL) menjadi emiten ke-25 yang dicatatkan di papan pengembangan BEI pada 9 Juli 2021.


Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia menyampaikan, saat ini, di pipeline bursa terdapat 26 perusahaan yang akan mencatatkan saham.

Perusahaan tersebut, kata Nyoman didominasi oleh perusahaan dengan aset skala menengah dan besar. Rinciannya, lima perusahaan dengan aset skala kecil sampai dengan Rp 50 miliar.

"Selanjutnya delapan perusahaan dengan aset menengah Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar, dan 13 perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp 250 miliar," kata Nyoman kepada awak media, dikutip Senin (19/7).

Dari sisi sektor 26 perusahaan tersebut cukup beragam, terdiri dari tujuh perusahaan sektor consumer cyclicals, lima perusahaan di sektor industrial, empat perusahaan di sektor consumer non cyclicals, dan tiga perusahaan di sektor teknologi.

Untuk sektor transportasi dan logistik dan finansial masing masing ada dua perusahaan, sisanya adalah sektor industri dasar, sektor energi dan sektor kesehatan masing masing satu perusahaan.

Secara terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan nilai penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum akan mencapai Rp 150 triliun sampai dengan Rp 180 triliun di tahun ini.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, sampai dengan 29 Juni 2021, nilai penawaran umum di pasar modal, baik melalui penawaran umum perdana (initial publik offering/IPO), rights issue, hingga penawaran umum surat utang mencapai Rp 67,8 triliun dari sebanyak 68 penawaran umum.

"Penghimpunan dana di pasar modal kami perkirakan akan meningkat Rp 150-180 triliun, berdasarkan yang dicapai sekarang dan pipeline cukup besar," kata Wimboh, dalam paparannya di acara webinar, Selasa (6/7/2021).

OJK mencatat, minat perusahaan melakukan penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal tetap tinggi di masa pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari pipeline OJK, sampai dengan 8 Juni 2021, ada sebanyak 80 penawaran umum yang akan dilakukan perusahaan dengan nilai emisi sebesar Rp 78,72 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading