Sederet Urgensi & Pentingnya Suntikan Modal Duo Bank BUMN

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 July 2021 11:39
Pelayanan nasabah Bank BTN di Bank BTN, Jakarta (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN Rp 72,45 triliun pada APBN 2022 mendatang.

PMN ini akan diberikan kepada 12 BUMN dengan dengan tujuan penugasan maupun restrukturisasi.

12 BUMN tersebut yakni:

1. Hutama Karya Rp 31,350 triliun

2. Aviata (Aviasi Pariwisata Indonesia) Rp 9,318 triliun

3. PLN Rp 8,231 triliun

4. BNI Rp 7 triliun

5. KAI Rp 4,1 triliun

6. Waskita Karya Rp Rp 3 triliun

7. IFG (BPUI) Rp 2 triliun

8. Adhi Karya Rp 2 triliun

9. Perumnas Rp 2 triliun

10. Bank BTN Rp 2 triliun

11. RNI Rp 1,2 triliun

12. Damri Rp 250 miliar.

Tercatat ada 2 bank yang bakal disuntik. Adalah BNI dan BTN.

Ekonom Josua Pardede berpendapat, secara umum BNI dan BTN memiliki permodalan yang lebih rendah dibandingkan bank BUMN lain. Hal ini, menurut Josua, perlu ditingkatkan.

"Di situ urgensinya. Dua bank ini masih terus mendukung program pemerintah," tegas Josua.

Pertama, untuk BTN. Sampai saat ini masih terus menyalurkan FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

"Jika program FLPP ini terus berjalan maka ekspansi kredit dari BTN diperlukan permodalan kuat. Apalagi mendukung program utama pemerintah dengan menyediakan perumahan," jelas Josua.

Kebutuhan akan rumah memang masih menjadi tantangan dan kian mendesak di masa pandemi ini. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan angka backlog di Indonesia berdasarkan kepemilikan berada di level 11,4 juta unit. Sementara, berdasarkan keterhunian, angka backlog rumah mencapai 7,6 juta dan 56,5% keluarga tercatat menghuni rumah yang tidak layak.

Sementara untuk BNI sendiri, sambung Josua, diperlukan untuk pengembangan ekspor.

"BNI juga saya pikir Bank BUMN yang fokus pada korporasi. Kalau permodalan diperkuat maka bisnis dan penyaluran kredit bisa cepat dan ekonomi akan terbantu."

"BNI terus mendorong kinerja ekspor kita di tengah kondisi pandemi yang masih belum begitu baik, ini pun masih bisa optimalkand an kinerja ekspor bisa didorong," terang Josua.

Ekspansi BTN

Di masa Pandemi, BTN juga terus memfokuskan penyaluran dana PEN ke sektor pembiayaan perumahan.

Dari total dana PEN Rp 25 triliun, BTN mampu menyalurkan kredit Rp 68,3 triliun.

"BTN akan terus konsisten melakukan penyaluran dana di sektor perumahan yang mampu berkontribusi besar terhadap peningkatan pergerakan ekonomi," ungkap Wadirut BTN Nixon Napitupulu.

Secara total, sejak tahun 2020 hingga 4 Mei 2021, Bank BTN telah 3 kali menerima penempatan dana PEN. Dari seluruh dana yang ditempatkan dalam 3 tahap tersebut, perseroan telah menyalurkan total kredit senilai Rp68,3 triliun per 4 Mei 2021 yang mayoritas difokuskan pada sektor perumahan.

Bank BTN juga telah merealisasikan penyaluran penjaminan UMKM sesuai PMK 71 kepada 246 debitur senilai Rp565 miliar per 31 Maret 2021. UMKM yang menjadi sasaran penjaminan yakni yang terkait dengan rantai bisnis sektor perumahan.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading