Batu Bara Nggak Ada Matinya! Sebulan Harga Naik Nyaris 16%

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 July 2021 10:50
Tambang Kaltim Prima Coal

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara naik pada perdagangan pagi ini. Data ekonomi Asia yang ciamik menunjukkan prospek permintaan batu bara masih akan cerah.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) berada di US$ 136,4/ton. Naik 0,22% dibandingkan hari sebelumnya.

Sepertinya investor masih menikmati perburuan kontrak batu bara karena harganya sudah 'murah'. Meski hari ini naik, harga si batu hitam masih membukukan koreksi 0,26% secara point-to-point. So, harga masih punya ruang untuk mencetak technical rebound.


Dalam sebulan terakhir, harga batu bara sudah melesat 15,81%. Ini didorong oleh peningkatan permintaan, terutama di Asia.

Perekonomian China, Jepang, hingga Korea Selatan mulai bangkit dari pukulan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Di Jepang, inflasi level produsen (Producer Price Index/PPI) periode Juni 2021 adalah 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). PPI Jepang terus positif dalam empat bulan beruntun setelah mengalami deflasi selama 12 bulan.

Di Korea Selatan, aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh Purchasing Managers' Index (PMI) pada Juni 2021 adalah 53,9, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 53,7. PMI di atas 50 menunjukkan dunia usaha sedang berada dalam fase ekspansi.

Kemudian di China, ekspor pada Juni 2021 tumbuh 32,2% yoy. Lebih cepat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yaitu 27,9% yoy.

Berbagai data tersebut menjadi penanda bahwa dunia usaha di China, Jepang, dan Korea Selatan sedang bergeliat. Peningkatan produksi berarti kebutuhan listrik juga meningkat. Otomatis permintaan batu bara pun naik karena batu bara masih menjadi salah satu sumber energi utama untuk pembangkitan listrik.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Winter is Over, Hati-hati Batu Bara!


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading