Gokil! Bidik Rp 22 T, Harga IPO Bukalapak Rp 750-850/saham

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 July 2021 07:44
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan e-commerce Indonesia, PT Bukalapak.com Tbk akan menawarkan saham sebanyak-banyaknya sebesar 25.765.504.851 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham ini ditawarkan dengan nilai nominal Rp 50 setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan di media massa pada Jumat ini (9/7), saham ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran berkisar antara Rp 750 sampai dengan Rp 850 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS).


Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 21.900.679.123.350, alias nyaris Rp 22 triliun.

Dana IPO sebesar 66% akan digunakan untuk modal kerja, sementara sisanya untuk entitas anak yakni 15% untuk dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia, 15% untuk PT Buka Usaha Indonesia, dan 15% untuk Buka Investasi Bersama. Lalu 1% untuk PT Buka Pengadaan Indonesia, 1% untuk Bukalapak Pte Ltd dan 1% untuk PT Five Jack Indonesia.

Bukalapak sudah menyampaikan undangan paparan publik (public expose) dalam rangka IPO.

Dalam undangan yang disebar perusahaan kepada media massa, disebutkan public expose Bukalapak.com yang sudah menyematkan kata "Terbuka/Tbk" di belakang namanya itu akan dilakukan pada Jumat ini (9/7), mulai pukul 09.40-10.50 WIB secara live, termasuk siaran lewat akun Youtube Bukalapak.

Dalam keterangan tersebut, Bukalapak ternyata sudah menunjuk empat penjamin emisi (underwriter), terdiri dari penjamin emisi efek yakni PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

PT Bukalapak.comFoto: PT Bukalapak.com
PT Bukalapak.com

Berdasarkan data prospektus, tercatat pendapatan neto Bukalapak di 2020 mencapai Rp 1,35 triliun naik dari 2019 sebesar Rp 1,076 triliun.

Di Maret 2021, pendapatan neto mencapai Rp 432,70 miliar dari Maret 2020 sebesar Rp 320,23 miliar.

Namun perusahaan yang disokong Grup Emtek ini masih mencatat rugi tahun berjalan di 2020 Rp 1,35 triliun dari rugi di 2019 Rp 2,79 triliun.

Di Maret 2021 rugi periode berjalan sebesar Rp 323,80 miliar dari rugi di Maret 2020 yakni Rp 393,49 miliar.

Masa penawaran awal (bookbuilding dalam penentuan harga) yakni 9-19 Juli, tanggal efektif dari OJK diharapkan pada 26 Juli dan masa penawaran umum pada 28-30 Juli. Adapun target tercatat di papan perdagangan atau listing di BEI pada 6 Agustus mendatang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dokumen IPO Bocor ke Publik, Ini Buka-bukaan Bukalapak


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading