Emiten Sandi Uno Citatut Akun Investasi Bodong di Telegram

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 July 2021 11:35
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyampaikan laporan kepada pihak yang berwenang termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aktivitas investasi ilegal yang mengatasnamakan perseroan melalui tiga akun berbeda di aplikasi layanan pengirim pesan instan Telegram.

Direktur Investasi Saratoga, Devin Wirawan mengatakan, perusahaan tidak pernah menawarkan dan menjanjikan investasi dalam bentuk apapun melalui aplikasi pesan instan apapun dalam hal ini di platform Telegram. Oleh sebab itu, akun di media sosial yang mengatasnamakan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk tersebut adalah ilegal.

"Kami memastikan bahwa perusahaan tidak terkait dan tidak bertanggungjawab terhadap aktivitas investasi yang menggunakan nama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. di platfom Telegram. Saratoga tidak pernah membuat, mengaktifkan dan mengendalikan akun di aplikasi pesan instan tersebut untuk tujuan menawarkan investasi," kata Devin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/7/2021).


Devin menjelaskan, setiap informasi dari perusahaan disampaikan melalui website resmi perusahaan, yaitu www.saratoga-investama.com dan keterbukaan informasi melalui Otoritas Jasa Keuangan dan BEI.

Menurut Devin, Saratoga juga telah melaporkan segala bentuk aktivitas ilegal yang mencatut nama perusahaan kepada pihak yang berwajib dan kepada pengelola platform digital Telegram.

Perusahaan meminta agar akun tersebut dapat segera dihapus sehingga tidak menimbulkan kerugian, baik dari sisi Saratoga maupun masyarakat.

Perseroan, kata Devin juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran investasi yang tidak jelas, termasuk yang ada di platform media sosial dengan mengatasnamakan Saratoga.

"Kami akan menindak dan melakukan langkah hukum secara tegas kepada pihak-pihak yang mencemarkan nama baik dan merugikan perusahaan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading