Anies Siapkan Skenario 100 Ribu Kasus Aktif Covid-19 di DKI

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
03 July 2021 09:19
Anies Baswedan Siapkan 2 Strategi Antisipas Lonjakan Arus Balik Lebaran 2021(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta per Jumat, (02/07/2021) sudah menyentuh angka 78.631 kasus. Mengantisipasi lonjakan yang lebih parah lagi, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat skema kasus aktif capai 100 ribu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika jumlah kasus aktif yang sudah mencapai 78 ribu ini tidak berubah tidak menutup kemungkinan akan mencapai 100 ribu. Di mana sebesar 40% kasus aktif membutuhkan perawatan.

"Jadi, kalau sampai ada 100 ribu kasus, berarti kita akan membutuhkan perawatan untuk 40 ribu orang. Ini jumlah yang fantastis," kata Anies saat memberikan arahan secara daring, Jumat, (02/07/2021).


Dia mengatakan jika angka kasus Covid-19 masih melonjak dan DKI tidak menambah kapasitas tempat tidur maka akan terjadi kolaps. Kolaps artinya warga yang sakit sudah tidak bisa mendapatkan tempat.

"Sekarang pun warga banyak yang tidak mendapatkan tempat, menunggu mengantri di ICU. Kita menyaksikan betapa tantangan ini nyata," tegasnya.

Anies menceritakan saat dirinya berkunjung ke RSUD Duren Sawit, pada saat itu IGD sudah penuh. Menurutnya ada sebanyak 92 orang yang menunggu di selasar.

"Belum pernah sepanjang masa pandemi, kapasitas tempat tidur kita selalu di atas dibandingkan jumlah pasien. Sekarang kita dalam posisi sangat berisiko, mepet sekali. Dan kita harus menambah tempat untuk penampungan perawatan bagi saudara-saudara kita yang terpapar," lanjutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan skenario sampai 100 ribu kasus aktif, maka stadion, gedung-gedung konvensi, JIExpo, akan dipakai. Bisa menampung 24.000 orang.

"Rumah susun sekarang sudah digunakan. Dan pemanfaatannya luar biasa cepat," jelasnya.

Antisipasi skenario 100.000 kasus aktif, langkah yang perlu dilakukan:

  1. RS kelas A dikhususkan sepenuhnya untuk ICU Covid-19
  2. RSDC Wisma Atlet dikhususkan untuk penanganan pasien dengan gejala sedang-berat
  3. Rusun diubah menjadi fasilitas isolasi terkendali untuk pasien dengan gejala ringan
  4. Mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus kritis, diusulkan untuk dalam satu management RSDC Wisma Atlet
  5. Memastikan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi termasuk penambahan tenaga kesehatan dari luar DKI Jakarta
  6. Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan, dan obat-obatan.

 


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading