Internasional

Alert! Warren Buffett Beri Warning Terbaru soal Ekonomi

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 June 2021 12:35
FILE PHOTO: Warren Buffett, CEO of Berkshire Hathaway Inc, pauses while playing bridge as part of the company annual meeting weekend in Omaha, Nebraska U.S. May 6, 2018. REUTERS/Rick Wilking/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kawakan yang juga salah satu orang terkaya sejagat, Warren Buffett, memberikan sebuah peringatan terbaru mengenai perekonomian dunia. Ia menyatakan bahwa pandemi telah membuat ketidakadilan ekonomi dan belum berakhir.

Pernyataan ini ia ucapkan bukan tanpa basis argumen yang jelas. Ia menyebut bahwa dalam pandemi ini banyak bisnis yang sangat sukses namun juga banyak bisnis, terutama bisnis UMKM, yang hancur lebur.


"Dampak ekonomi telah menjadi hal yang sangat tidak merata di mana ... ratusan ribu atau jutaan usaha kecil telah dirugikan dengan cara yang mengerikan, tetapi sebagian besar perusahaan besar telah melakukannya dengan baik," kata CEO Berkshire Hathaway itu kepada CNBC International, Selasa (30/6/2021).

Ia menilai bahwa pandemi ini masih akan berlangsung dan tidak ada kepastian kapan akan berakhir. Ia mengingatkan agar para pelaku bisnis dapat mengantisipasi hal ini dengan baik.

"Ini belum berakhir," kata investor berusia 90 tahun itu. "Maksud saya, dalam hal ketidakpastian... ini sangat tidak terduga."

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa pelajaran terbesar yang dipelajari dari pandemi ini adalah betapa tidak siapnya dunia untuk situasi darurat yang pasti akan terjadi.

"Saya belajar bahwa orang tidak tahu sebanyak yang mereka pikir mereka tahu. Tetapi hal terbesar yang Anda pelajari adalah bahwa pandemi itu pasti akan terjadi, dan ini bukan yang terburuk yang bisa dibayangkan sama sekali, "kata Buffett.

"Masyarakat memiliki waktu yang mengerikan untuk mempersiapkan hal-hal yang jauh tetapi mungkin dan akan terjadi cepat atau lambat."

Sementara itu mitra bisnis lama Buffett, Charlie Munger, menambahkan bahwa beberapa bisnis di Amerika Serikat (AS) mendapatkan keuntungan tak terduga dari pandemi ini. Salah satunya adalah usaha Showroom mobil.

Karena penutupan pabrik dan kekurangan semikonduktor global, pembuat mobil dan dealer telah mengalami keuntungan yang lebih luas.

"Itu tidak hanya membuat kembali normal, itu menciptakan kesuksesan luar biasa yang tidak mereka antisipasi," kata Munger.

"Dealer mobil menghasilkan uang yang tidak akan mereka miliki kecuali untuk pandemi."

Pada Maret 2020, pandemi melumpuhkan aktivitas ekonomi di seluruh Amerika yang menyebabkan penutupan ekonomi sebesar US$ 20 triliun. GDP di kuartal I 2020 bahkan turun 31,4%, mengarah pada ramalan akan adalanya Great Depression jilid II.

Ribuan usaha kecil terpaksa tutup sementara pengecer besar dan raksasa e-commerce mengambil alih ceruk pasar itu. Dari sisi kesehatan, lebih dari 600 ribu orang telah meninggal dunia karena Covid di AS.

Saat ini, kekhawatiran Covid masih berlanjut di Negeri Paman Sam meski angka vaksinasi yang sudah mencapai di atas 50%. Kekhawatiran ini timbul dari varian Delta yang masih menyebar luas di seluruh dunia, termasuk di AS.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading