Gainers-Losers

Saham Emiten 'Cilik' Ini Jawara Bareng BRIS, MLPT-PPRO Ambles

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 June 2021 16:56
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dilaksanakan sejak Maret 2020 atau memakan waktu selama 11 bulan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perbankan syariah pelat merah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan emiten produsen produk elektronik rumah tangga berkapitalisasi pasar 'cilik', PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) berhasil bercokol di deretan top gainers hari ini, Jumat (25/6/2021).

Berbeda, saham emiten properti pelat merah PT PP Properti Tbk (PPRO) dan emiten teknologi Grup Lippo PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) harus rela menempati posisi top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali menguat hari ini. IHSG naik tipis 0,17% ke posisi 6.022,399 pada penutupan sesi II perdagangan Jumat (25/6).


Menurut data BEI, ada 225 saham naik, 266 saham merosot dan 156 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,32 triliun dan volume perdagangan mencapai 20,01 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 115,96 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 115 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (25/6).

Top Gainers

  1. MNC Studios International (MSIN), saham +33,76%, ke Rp 210, transaksi Rp 34,4 M

  2. Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), +14,22%, ke Rp 530, transaksi Rp 76,6 M

  3. Bank Syariah Indonesia (BRIS), +12,75%, ke Rp 1.945, transaksi Rp 630,4 M

  4. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO), +11,19%, ke Rp 1.640, transaksi Rp 534,3 M

  5. MNC Investama (BHIT), +6,82%, ke Rp 94, transaksi Rp 209,8 M

Top Losers

  1. Multipolar Technology (MLPT), saham -6,92%, ke Rp 4.980, transaksi Rp 41,9 M

  2. Sat Nusapersada (PTSN), -6,67%, ke Rp 308, transaksi Rp 18,7 M

  3. PP Properti (PPRO), -5,88%, ke Rp 80, transaksi Rp 22,0 M

  4. Panca Mitra Multiperdana (PMMP), -5,45%, ke Rp 416, transaksi Rp 64,2 M

  5. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), -5,11%, ke Rp 835, transaksi Rp 32,6 M.

Menurut data di atas, saham SCNP melejit 14,22% ke Rp 530/saham. Secara historis, saham ini baru mengalami lonjakan tinggi secara beruntun mulai pertengahan bulan ini, tepatnya ketika menyentuh auto rejection atas (ARA) 24,59% pada 11 Juni dan kembali menjebol ARA 25,00% pada 14 Juni.

Adapun pada Senin pekan ini saham emiten dengan kapitalisasi pasar Rp 1,3 triliun ini juga kembali menyentuh ARA 25%. Alhasil, dalam sepekan saham SCNP melejit 47,22%, sementara dalam sebulan 'terbang' 115,45%.

Tidak hanya saham SCNP, saham BRIS juga melesat 12,75% ke Rp 1.945/saham. Saham BRIS berhasil rebound dari koreksi selama 2 hari beruntun. Dalam sepekan saham ini terkerek 10,20%.

Berbeda kutub, saham MLPT anjlok hingga ARB 6,92% ke Rp 4.980/saham. Merosotnya saham MLPT terjadi pasca-BEI membuka kembali suspensi (penghentian sementara perdagangan) saham ini mulai perdagangan sesi I pagi tadi.

Sebelumnya, pihak bursa 'menggembok' saham anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) ini pada Kamis (17/6) pekan lalu di pasar reguler dan pasar tunai lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

Dalam sebulan terakhir, saham yang terhimpun dalam indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) ini berhasil melonjak setinggi 273,03% dalam sebulan ini, tersengat sentimen positif dari saham-saham sektor teknologi lainnya, seperti saham emiten data center milik Toto Sugiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII).

Bersmaa saham MLPT, saham PPRO juga ambles 5,88% ke Rp 80/saham. Selama sepekan, saham ini memerah 3 kali, menghijau 2 kali dan stagnan sekali. Alhasil, dalam seminggu ini saham PPRO melorot 10,11% dan dalam sebulan tergerus 11,11%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading