Kaget deh! 3 Saham 'Cilik' Ini Bangkit, 'Gorengan' Siapa nih?

Market - adf, CNBC Indonesia
24 June 2021 11:28
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terdapat tiga saham yang 'mencuri panggung' di jajaran top gainers sepanjang perdagangan jelang penutupan sesi I hari ini, Kamis (24/6/2021).

Lonjakan harga ketiganya merentang dari 16-34%.Saham tersebut tergolong saham 'tidur' lantaran sering kali stagnan alias tidak bergerak.

Ketiga saham yang dimaksud ialah saham emiten produsen alas kaki PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA), emiten penyedia jasa MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions) PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), dan emiten manufaktur elektronik PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN).


Ketiganya saham ini punya kapitalisasi pasar 'cilik', BIMA hanya Rp 61 miliar, DYAN lumayan lebih besar yakni Rp 355 miliar, dan PTSN lebih gede lagi Rp 1,67 triliun.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.01 WIB, saham BIMA melonjak hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) 34,67% ke Rp 101/saham. Ini adalah lonjakan tinggi kedua saham ini dalam sepekan, setelah kemarin melejit 33,93%.

Nilai transaksi saham ini melonjak drastis dari puluhan hingga ratusan juta menjadi Rp 3-4 miliar.

Adapun broker yang paling banyak memborong saham ini ialah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan kode YP.

Saham DYAN tampaknya baru 'terangkat' pada hari ini, dengan naik 33,87% ke Rp 83/saham. Dalam sebulan terakhir saham ini tercatat stagnan selama 8 kali. Nilai transaksinya pun melejit dari biasanya ratusan juta menjadi Rp 11,33 miliar sampai siang ini.

Dalam sepekan saham ini sudah melesat 18,57% dan dalam sebulan terkerek 7,79%. Ajaib Sekuritas Indonesia (XC) menjadi broker teratas yang melakukan beli bersih (net buy) di saham ini.

Ketiga, saham PTSN yang melesat 18,94% ke Rp 314/saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 36,94 miliar. Kemarin, saham ini juga naik 12,82% ke Rp 264/saham. Alhasil, dalam sepekan saham ini melejit 44,04%.

Kenaikan ketiga saham tersebut terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh zona merah, dengan turun 0,25% ke 6.019,167.

Hingga saat ini belum ada sentimen besar yang menggerakkan tiga saham tersebut, termasuk keterbukaan informasi di BEI soal aksi korporasi tiga perusahaan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading