Investor Gencarkan Buy on Weakness, Wall Street Dibuka Hijau

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
21 June 2021 21:06
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin (21/6/2021), menyusul upaya pelaku pasar untuk membeli saham yang terkoreksi parah hingga Dow Jones tertekan ke level terburuk sejak Oktober.

Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 219,5 poin pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 30 menit bertambah menjadi 355,6 poin (+1,07%) ke 33.645,68. S&P 500 naik 30 poin (+0,72%) ke 4.196,48 dan Nasdaq bertambah 28,4 poin (+0,2%) ke 14.058,81.

Saham teknologi terbanting seperti Apple, Amazon, Microsoft, dan Facebook. Sebaliknya, saham perbankan seperti JPMorgan, Bank of America dan Goldman Sachs menguat, berbarengan dengan saham komoditas seperti Exxon dan Chevron yang masing-masing naik 1%.


Pekan lalu bursa saham AS anjlok setelah investor mencemaskan arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang mengindikasikan bahwa suku bunga bisa dinaikkan secepatnya pada 2023, dan bahkan menurut Presiden The Fed St. Louis Jim Bullard bisa terjadi pada 2022.

Indeks Dow Jones drop 3,5%, sementara S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar 1,9% dan 0,2%. Sektor yang terkait pemulihan ekonomi anjlok, seperti indeks saham sektor keuangan dan komoditas yang mencapai 6%, sementara indeks saham sektor energi anjlok lebih dari 5%, dan indeks saham sektor industri drop lebih dari 3%.

Di bursa Asia, pasar saham cenderung tertekan pada hari ini, mengikuti koreksi bursa Jepang yang mencapai 3% dipicu koreksi saham Nissan dan Honda. Sementara itu, harga bitcoin drop lebih dari 6% ke US$ 33.000 setelah China terus memberantas penambangan mata uang kripto.

"Langkah mengejutkan The Fed menuju tapering yang menekan pasar pekan lalu hanyalah momen dimulainya tren pengetatan yang diawali bulan lalu," tutur Mike Wilson, Kepala Perencana Trading, seperti dikutip CNBC International.

Kurva imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bergerak mendatar pekan lalu, memukul prospek saham perbankan dan mengirimkan sinyal adanya potensi perlambatan ekonomi. Yield US Treasury jangka pendek menguat-menunjukkan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, sementara yang jangka panjang melemah-menandakan kurangnya optimisme pasar.

Investor pun memantau pernyataan para pejabat The Fed pada Senin ini untuk melihat adanya sinyal terbaru terkait kebijakan mereka. Bullard dan Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan dijadwalkan berpidato secara virtual di New York.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading