Posisi "Beli" Rupiah Bertambah, Risiko Tertekan Masih Besar

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
18 June 2021 19:21
Uang Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke 75 (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia) Foto: Uang Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke 75 (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah mencatat pelemahan 5 hari beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (18/6/2021). Total pelemahan sepanjang periode buruk tersebut sebesar 1,3%.

Rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di Rp 14.370/US$, posisi penutupan terlemah sejak 6 Mei lalu. Bahkan, di awal perdagangan rupiah sempat nyaris mencapai Rp 14.400/US$.

Di tengah buruknya kinerja rupiah tersebut, survei 2 mingguan Reuters menunjukkan peningkatan posisi beli (long) rupiah, sementara mayoritas mata uang utama Asia lainnya justru mengalami penurunan.


Survei tersebut menggunakan skala -3 sampai 3, angka negatif berarti pelaku pasar mengambil posisi beli (long) mata uang Asia dan jual (short) dolar AS. Semakin mendekati -3 artinya posisi long yang diambil semakin besar.

Sementara angka positif berarti short mata uang Asia dan long dolar AS, dan semakin mendekati angka 3, semakin besar posisi short mata uang Asia.

Survei terbaru yang dirilis Kamis (18/6/2021) menunjukkan angka untuk rupiah di -0,50, lebih besar ketimbang 2 pekan lalu -0,40. Pelaku pasar kini mengambil posisi long dalam 3 survei beruntun, setelah sebelumnya berada di posisi short dalam 6 survei beruntun.

Sementara itu, yuan China, won Korea Selatan, dolar Singapura, rupee India hingga peso Filipina mengalami penurunan posisi long.

Posisi long yang semakin meningkat artinya pelaku pasar semakin optimistis rupiah akan menguat ke depannya.

Tetapi, patut diingat survei tersebut dilakukan sebelum bank sentral AS (The Fed) mengumumkan kebijakan moneternya, sehingga ada kemungkinan akan berubah drastis pada survei selanjutnya.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Rupiah Tertekan Luar Dalam

Rupiah Tertekan Luar Dalam
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading