BI Sudah Beli Surat Utang Pemerintah Hingga Rp 116,26 T

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 June 2021 17:43
FILE PHOTO: People walk in the courtyard of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengatakan akan terus mendukung pemerintah dalam menambah sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana.

Gubernur BI Perry Warjiyo melaporkan, hingga 15 Juni 2021, BI sudah membeli SBN di pasar perdana sebesar Rp 116,26 triliun.

"Terdiri dari Rp 40,80 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option," jelas Perry dalam konferensi pers, Kamis (17/6/2021).

Lebih lanjut, Perry juga menjelaskan BI telah melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing di perbankan hingga 15 Juni 2021, mencapai Rp 94,03 triliun.

Perry memastikan kondisi likuiditas tetap longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi BI dengan pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan ekspansi moneter tersebut, kondisi likuiditas perbankan sangat longgar, tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi, yakni 32,71% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,71% (yoy)," tuturnya.

Adapun dari sisi likuiditas perekonomian juga meningkat, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 12,6% (yoy) dan 8,1% (yoy) pada Mei 2021.

"Ekspansi likuiditas tersebut belum optimal mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah kecepatan perputaran uang di ekonomi (velositas) yang menurun, seiring belum kuatnya permintaan domestik," tuturnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jadwal Operasional Bank Indonesia Saat Libur Idul Fitri 2021


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading