Terungkap! Bukalapak Bidik IPO Rp 11 T Agustus Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 June 2021 16:23
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana penawaran saham salah satu raksasa e-commerce Indonesia, Bukalapak, mulai terbuka. Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (16/6/2021), rencana IPO ini diperkirakan senilai US$ 800 juta atau setara Rp 11,40 triliun, menurut dua orang sumber yang mengetahui rencana tersebut.  

Pelaksanaan IPO disebut-sebut akan berlangsung pada Agustus 2021. IPO Bukalapak merupakan salah satu dari dua perusahaan teknologi besar yang berencana tahun ini dan sedang dinantikan pelaku pasar domestik.

IPO ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar di Indonesia dalam 10 tahun dan terbesar yang pernah ada di sebuah negara, yang dilakukan sebuah startup. Setelah itu, kemungkinan IPO GoTo menjadi tonggak berikut yang menjadi terbesar setelah Bukalapak. 


Memanfaatkan peningkatan tajam dalam minat investor di sektor teknologi yang berkembang pesat di Asia Tenggara, Bukalapak, perusahaan e-commerce terbesar keempat di Indonesia, akan melepas 10% hingga 15% saham perusahaan dari valuasi sekitar US$ 4 hingga US$ 5 miliar, kata sumber tersebut. 

Prospektus pencatatan disebut telah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia. Hasil IPO berkisar antara US$ 500 juta dan US$ 800 juta, tergantung permintaan investor dan kondisi pasar.

Pihak Bukalapak belum mengeluarkan komentarnya.

Startup berusia 11 tahun ini mengklaim memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Banyak investor besar yang berada di belakangnya, termasuk Microsoft, GIC Singapura, konglomerat media lokal Emtek (EMTK.JK), Standard Chartered, dan portal web Korea Selatan Naver Corp.

Bukalapak awalnya bertujuan mengumpulkan US$ 300 juta dari IPO sebelum ingin bergabung dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) di Amerika Serikat, tetapi sekarang fokus hanya pada IPO-nya, kata salah satu sumber.

Pencatatan di BEI ini, menurut sumber akan berlangsung pertengahan Agustus 2021, ini akan menjadi tonggak baru bagi bursa saham Indonesia. BEI sudah melakukan banyak hal untuk meyakinkan startup Indonesia mencatatkan saham di Indonesia daripada ke bursa saham ke Amerika Serikat.

CNBC Indonesia pernah menulis, BEI menyebutkan sudah ada satu perusahaan e-commerce yang sudah menyampaikan dokumen untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Meski demikian manajemen BEI enggan memberikan informasi detail berkaitan dengan siapa perusahaan e-commerce tersebut. Meski demikian, kabar pasar menyebutkan besar kemungkinan perusahaan e-commerce tersebut ialah Bukalapak dari Grup Emtek. Sinyalemen Bukalapak melantai ke bursa sebelumnya juga ramai diperbincangkan.

"Terkait dengan e-commerce dalam pipeline, terdapat e-commerce yang telah menyampaikan dokumen. Untuk nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, kepada awak media, Selasa (8/6/2021).

Nyoman menambahkan, setiap dokumen pernyataan pendaftaran pencatatan saham tentunya akan diproses Bursa sebagaimana prosedur evaluasi yang berlaku.

Salah satu perubahan utama adalah revisi aturan pencatatan yang akan segera terjadi untuk memungkinkan perusahaan yang tidak menguntungkan untuk go public, sumber mengatakan kepada Reuters.

Dengan populasi 270 juta, ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini memiliki salah satu sektor belanja online dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Sektor e-commerce Indonesia melampaui nilai barang dagangan bruto senilai $40 miliar pada tahun 2020, menurut laporan Juni oleh konsultan teknologi Momentum Works, yang memperkirakan bahwa Bukalapak memegang 7% pangsa pasar.

Untuk membedakan dirinya, Bukalapak berfokus pada ekspansi ke layanan offline dan ke kota-kota kecil di Indonesia, kata pendiri Momentum Works Jianggan Li.

Meski begitu, masih ada jalan panjang sebelum mengejar saingan yang lebih besar - cabang e-commerce Sea (SE.N) Shopee, Tokopedia dan Lazada, yang dimiliki oleh Alibaba Group Holding Ltd China (9988.HK).

"Lanskap kompetitif pasar e-commerce besar di Indonesia semakin menguat, dikatalisasi oleh pandemi, dengan kesenjangan antar tingkatan pemain yang melebar," kata Li.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading