Jejak Konglomerasi di Bisnis Digital, Ekspansi Besar-besaran

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 June 2021 07:40
Infografis: Pertarungan Sengit Dunia Digital RI: Shopee vs Grab vs Gojek

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah konglomerasi besar tanah air gencar melakukan ekspansi ke ke sektor teknologi maupun ekosistem digital. Sektor yang saat ini sedang moncer ini ditengarai memiliki prospek yang cukup baik di masa mendatang.

Di Bursa Efek Indonesia, indeks teknologi atau IDXTECHNO yang membawahi emiten di sektor teknologi yang belum lama ini diluncurkan melaju cukup kencang. Sejak awal tahun, indeks teknologi BEI sudah menguat 322,45% kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 0,34%.

CNBC Indonesia mencatat, sejumlah konglomerasi yang melakukan ekspansi ke bisnis digital itu antara lain Salim Grup melalui Anthoni Salim yang belakangan memborong saham emiten data center yang baru IPO di awal tahun ini.


Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2 Juni 2021, Anthoni memborong saham DCII di harga Rp 5.277/saham. Total jumlah saham baru yang dibeli oleh Anthony Salim adalah sejumlah 192,74 juta, sehingga nilai transaksi ini mencapai Rp 1,01 triliun.

Sebelumnya Anthoni Salim telah menguasai 72,29 juta saham DCII atau 3,03% dari total saham, dan setelah pembelian baru ini kepemilikan saham Bos Indofood ini mencapai 265 juta saham.

Market merespons, saham DCII sempat terbang ke level kenaikan tertinggi harian yang diizinkan oleh regulator alias ARA (auto reject atas, kenaikan 20% dalam sehari). Tercatat DCII diperdagangkan di level Rp 28.500/unit dengan kenaikan harian 20%, Senin pekan ini (7/6/2021).

Sudah 5 hari beruntun saham DCII melesat ke level ARA sejak 31 Mei silam dr harga Rp 13.750/unit atau kenaikan sebesar 207%. Bahkan, sejak melantai Januari silam saham DCII sudah melesat kencang 6.685% alias 66 kali lipat alias nyaris 7.000%.

Saham DCII tercatat di BEI pada pada Rabu 6 Januari 2021, menjadi emiten kedua tahun ini saat itu. DCII melepas sebanyak 357,56 juta saham baru yang setara dengan 15% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga penawaran sebesar Rp 420/saham.

Saham DCII dicatatkan di papan pengembangan. Kenaikan ini tentu saja membuat para pelaku pasar penasaran apakah masih layak berinvestasi di saham ini. Meskipun secara valuasi setelah melesat kencang, saat ini DCII diperdagangkan dengan valuasi sangat premium.

Founder Creative Trading System, Jargha Jonathan Karo-Karo berpendapat, sejak IPO, saham DII memang tidak dibuat untuk dikenal investor.

"DCII baru muncul 1-2 minggu terakhir, tidak dibuat untuk notice, mimpinya tidak dijual ke Anda. Ada yang membel konglomerat besar, harganya naik. Ada kepentingan apa di balik itu, makanya tidak bisa dihitung berdasarkan PER [Price to Earnings Ratio], PBV [Price to Book Value]. Kalau bisa menangkap tujuan anda bisa mengerti tujuannya," katanya kepada CNBC Indonesia.

Selain DCII, emiten sektor teknologi yang sahamnya turut diborong Anthoni Salim ialah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) sebesar 9 persen yang nilai pasarnya mencapai Rp 12,72 triliun.

Seperti diketahui, Emtek adalah induk dari e-commerce, Bukalapak atau cucu usahanya. Kepemilikan Emtek di Bukalapak melalui anak perusahaannya, PT Kreatif Media Karya (KMK). KMK merupakan pemegang saham utama Bukalapak dengan porsi kepemilikan mencapai 38%. Sedangkan, KMK dimiliki sepenuhnya oleh EMTK dengan porsi kepemilikan saham sebesar 99,99%.

Kabar pasar yang beredar menyebutkan, Bukalapak bakal membidik dana sebesar Rp US$ 300 juta melalui penawaran umum perdana saham atau IPO di BEI. Dealstreet Asia melaporkan Bukalapak telah mengirimkan proposal rencana IPO kepada BEI. Unicorn tersebut dilaporkan telah melengkapi daftar investor yang mendukung perkembangan bisnsnya

Founder Emtrade, Ellen May berpendapat, rencana IPO tersebut jika terealisasi akan berimplikasi positif bagi Grup Emtek ke depannya.

"EMTK punya 38% di Bukalapak, kalau dia IPO, pastinya Emtek akan kecipratan story positif," bebernya kepada CNBC Indonesia.

Konglomerat Suntik dan Masuk ke Startup
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading