Kebut Restrukturisasi, Erick Giring BUMN Masuk Fortune 500!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 June 2021 18:45
Menteri BUMN, Erick Thohir saat meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (23/5). (Dok. Kementerian BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong untuk percepatan restrukturisasi perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal ini ditujukan untuk memperkuat kondisi perusahaan secara fundamental sehingga siap dalam menghadapi kondisi ke depannya.

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam webinar Badan Pengawas Keuangan (BPK), Selasa (15/6/2021).

"Di tahun depan tantangannya masih terjadi karena itu kita push yang namanya restrukturisasi daripada yang ada di BUMN bagaimana kita memperbaiki portofolio yang ada supaya kita bisa punya fondasi yang kuat," kata Erick, Selasa ini.


Dalam hal ini yang dimaksud Erick adalah restrukturisasi bisnis model BUMN. Direksi BUMN telah diminta untuk melakukan inovasi bisnis model untuk mengantisipasi perubahan kebiasaan masyarakat yang signifikan.

Dia mencontohkan, klaster Himbara (Bank-bank Milik Negara) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang saat ini memiliki persaingan bisnis terbuka di pasar, baik persaingan dari swasta maupun perusahaan asing yang serupa, juga diminta hal yang sama.

Perusahaan BUMN lainnya dinilai harus mampu seperti dua klaster ini, yakni harus mampu bersaing secara terbuka.

"Ini yang memang kita harus antisipasi karena itu kemarin kita tekankan kepada direksi, perubahan bisnis model ini adalah merupakan keharusan yang harus kita hadapi," imbuhnya.

Selain itu, dia juga menyebutkan pentingnya sinergitas dengan banyak pihak, baik dengan pihak swasta maupun dengan kementerian atau lembaga lainnya.

Targetnya, ke depan akan lebih banyak lagi BUMN yang masuk dalam jajaran perusahaan di Fortune Global 500 atau Forbes Global 2000.

"Kalau dibandingkan China yang jumlahnya puluhan ini tentu kita harus bisa targetkan paling tidak kita bisa seperempat dari pada perusahaan-perusahaan China yang masuk pada Fortune Global 500 atau Forbes Global 2000," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading