Antisipasi 'Ledakan' Kredit Macet, OJK Minta Bank Lakukan Ini

Market - Maikel Jefriando, CNBC Indonesia
15 June 2021 12:37
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan antisipasi atas risiko ledakan kredit macet. OJK meminta agar perbankan untuk mulai menambah pencadangan secara gradual.

"Perbankan tolong mulai mencadangkan, secara gradual," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (15/6/2021)

"Kita tidak tahu apa yang terjadi sehingga apabila ada nasabah yang tidak bisa recover, kita sudah punya cadangan yang cukup. Sehingga perbankan dan lembaga keuangan agar secara gradual membuat cadangan lebih preemptive," jelasnya.


OJK mencatat nasabah yang melakukan restrukturisasi kredit hingga saat ini mencapai Rp 775 triliun. Dalam analisa sementara, tidak semua nasabah bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi Covid. Sebab ada beberapa sektor masih tertekan sangat dalam.

Perbankan, kata Wimboh harus lebih berhati-hati. Di sisi lain regulator akan mempersiapkan program untuk menormalkan kembali.

"Kami juga memberikan catatan apabila ada betul-betul gak tau ini kapan. Kita harus ada program menormalkan kembali. Sehingga memang suatu saat gak tau kapan mesti sudah mulai dipilah mana nasabah yang betul bisa recover dan diberikan kredit dan nasabah yang tidak ada harapan," terang Wimboh.

Wimboh tidak bisa memprediksi kapan hal tersebut akan terjadi sebab sangat bergantung kondisi pandemi covid. Sehingga yang mungkin dilakukan oleh perbankan yaitu meningkatkan kewaspadaan. Kini posisi NPL (non performing loan, kredit bermasalah) adalah 3,2%.

"Kondisi perbankan stabil meskipun tetap waspada akan risiko-risiko, di antaranya restructuring tadi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading