Holding Ultra Mikro Tunggu PP, Bos BRI Ungkap Road Map-nya!

Market - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
14 June 2021 18:55
Direktur Utama BRI Sunarso

Jakarta, CNBC IndonesiaDirektur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Sunarso dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/6/2021) menjelaskan peta jalan ultramikro yang akan diusung perusahaan BUMN ini ke depan.

Apalagi saat ini tengah dibentuk holding ultra mikro yang melibatkan Bank BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

"Untuk Road map ultra mikro. BRI harus kembali ke khittah-nya menangani UMKM. Jadi kalau dibuat gambar, korporasi besar kredit, menengah kecil, ke bawah itu melebar. Itu yang membuat value chain tak berjalan lancar, sehingga tantangannya menaikkan yang kecil menegah," katanya dalam paparannya, Senin ini.


"Saya kira, saya mengatakannya gini, tak sederhana, tapi ada pekerjaan rumah dalam menaikkan kelas [UMKM] secara terprogram. Kalau dibiarkan secara alami tak akan yang naik kelas," jelasnya.

"Road map ultra mikro, kita pastikan bahwa UMKM yang belum terlayani harus dilayani. Nanti masuk dalam ke ekosistem. Akan dipilah, mana yang harus disentuh loan, soft loan dan pemberdayaan. Itu akan jadi cikal bakal nasabah, yang akan diikuti proses naik kelasnya," kata Sunarso.

Dia menjelaskan, road map BRI ke depan akan lebih menitikberatkan pada klasifikasi kredit ke go smaller, mencari debitur yang kecil-kecil. "Prosesnya harus digital supaya efisien. Kita ingin melayani sebanyak mungkin, biaya semurah mungkin. Ada digitalisasi proses dan bisnis model," katanya.

Adapun terkait dengan holding ultra mikro, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN hanya menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP).

"Insya Allah progress (holding ultra mikro) baik. Saat ini lagi nunggu PP. Ini bukan di kami karena ada di beberapa Kementerian," ujar Erick dalam konferensi pers, Rabu (2/6/2021).

Menurut Erick, dalam rangka mendukung holding ultra mikro, dirinya telah memberikan penugasan khusus kepada BRI, yakni memperbesar pembiayaan UMKM.

"Bahkan BRI yang tadinya pembiayaan korporasi sampai 40%, saya perintahkan korporasi tinggal 18% sisanya adalah pembiayaan UMKM dan ultra mikro. Untuk pembiayaan korporasi biar Bank Mandiri, rumah biar [tugas] Bank BTN," ujar Erick.

Meski demikian, menurut Erick hal tersebut masih belum cukup karena ultra mikro adalah tulang punggung dari ekonomi Indonesia. Sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM akan memperbesar pembiayaan kepada ultra mikro.

"Target utama adalah bunga turun. perlu waktu karena belum ada sinergi. Kalau terjadi bunga jadi turun, orang di bawah harus dapat bunga layak," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa bukan hanya BRI yang menjadi perhatian dalam holding ultra mikro, tetapi juga Pegadaian dan PNM.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading