Saham-saham 'Kolesterol' Ini Dibanting, Ambles 20% Lebih

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
12 June 2021 20:15
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham yang melesat signifikan dalam waktu singkat memiliki peluang tinggi untuk jatuh tersungkur dalam waktu yang cepat juga. Beberapa saham yang menduduki jajaran top losers sepekan ini adalah contohnya.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, lima saham dengan penurunan nilai kapitalisasi pasar paling signifikan harganya anjlok lebih dari 20%.

Saham yang memimpin penurunan paling tajam adalah saham PT Duta Inti Daya Tbk (DUTA). Emiten peritel kecantikan dengan brand Watson ini dalam sepekan harganya ambles sampai 29%.


Sebelum ambles saham ini sempat diangkat tinggi. Namun dilihat dari segi volume sangat kecil alias tidak likuid. 

Posisi kedua top losers diduduki oleh saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA). Saham emiten yang bergerak di sektor perkebunan ini anjlok 25% dalam seminggu, setelah melesat signifikan secara mendadak diikuti dengan kenaikan volume yang tiba-tiba.

Peringkat ketiga ada saham PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS). Emiten yang bergerak di sektor perdagangan peralatan dan material konstruksi ini sebenarnya baru seumur jagung menjadi perusahaan publik. 

BEBS resmi melantai di bursa domestik sejak 10 Maret lalu dengan harga saham Rp 100/lembar. Pada perdagangan terakhir minggu ini (11/6/2021) harga saham BEBS ditutup di Rp 690/lembar. Dalam sepekan kapitalisasi pasarnya menyusut 25%.

Namun jika dibandingkan dengan harga saat penawaran perdana capital gainnya mencapai 6,9x. Volume transaksi saham ini juga terpantau naik baru akhir lalu setelah sebelumnya sepi diperdagangkan.

Di posisi keempat ada emiten provider tower telekomunikasi yakni PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST). Setelah diangkat tinggi, harga saham IBST dibanting dan mengalami koreksi sebesar 22% dalam seminggu.  

Terakhir ada saham perusahaan pembiayaan PT Verena Multifinance Tbk (VRNA). Emitan yang masih terasosiasi dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dan bank Mizuho ini juga sempat terbang tinggi. Namun setelah itu dibanting. Volume transaksinya juga tidak begitu likuid yang mencerminkan saham-saham dengan kolesterol tinggi.

Melihat penurunan yang signifikan dalam waktu singkat menjadi contoh bahwa saham-saham yang tinggi kolesterol itu mudah diangkat dan mudah dibanting sehingga benar-benar bisa bikin jantungan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading