Siap Rights Issue Alfamart Terbang, Jadi Caplok Bank Aladin?

Market - Putra, CNBC Indonesia
09 June 2021 10:09
Alfamart

Jakarta, CNBC Indonesia- Emiten peritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) kembali melesat pada perdagangan hari ini seiring dengan rencana perseroan untuk menambah modalnya melalui mekanisme rights issue untuk berekspansi ke sektor digital.

Bahkan ada kabar yang beredar di kalangan para pelku pasar bahwa AMRT akan bersinergi dengan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK). Selain itu sebelumnya dikabarkan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa aliasĀ Gojek juga berinvestasi di AMRT meskipun nilainya di bawah 4% sehingga tidak tercatat di daftar pemegang saham.

Manajemen Alfamart juga telah meminta restu pemegang saham untuk menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 5 miliar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Kamis (6/5/2021).


Nilai nominal rights issue tersebut sebesar Rp 10 per saham. Rights issue dilakukan untuk memperkuat kondisi keuangan perseroan sehubungan dengan rencana untuk mengembangkan kegiatan usaha di masa yang akan datang.

"Perseroan berencana untuk menggunakan dana yang diperoleh dari Penambahan Modal dengan HMETD untuk melakukan investasi pada perusahaan lain / penyertaan saham pada perusahaan yang bergerak di bidang berbasis teknologi yang dapat bersinergi secara strategis dengan perseroan," ungkap manajemen Alfamart.

Pasar merespons, saham AMRT melesat 21,13% hari ini ke level Rp 1.175/unit menembus level penutupan tertinggi sepanjang masanya. Transaksi dan volu perdagangan juga tergolong amat ramai dimana saham AMRT ditransaksikan senilai Rp 233 miliar sebanyak 218 juta lembar saham.

Di tahun 2020 Meskipun muncul pandemi Covid-19, musibah tersebut tidak terlalu berdampak pada perseroan yang masih mampu membukukan laba bersih Rp 1,06 triliun turun tipis hanya 3% dari posisi tahun lalu.

Meskipun demikian kenaikan selama dua hari terakhir menyebabkan valuasi AMRT tergolong mahal, dimana apabila menggunakan metode harga dibandingkan dengan nilai buku alias PBV, maka PBV AMRT berada di angka 6,35 kali tergolong mahal dibandingkan dengan peritel lainya dengan PBV di angka 1,9 kali.

Sedangkan apabila menggunakan metode harga dibandingkan dengan laba bersih alias PER, maka PER AMRT berada di kisaran 44 kali, lebih baik tentunya dibandingkan dengan rata-rata emiten peritel di tahun 2020 yang ternyata masih merugi dan belum mampu membukukan laba bersih.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading