Raffi-Atta-Gading Marten Akuisisi Klub Bola, Ini Kata Menpora

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 June 2021 10:57
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai sepakbola Indonesia saat ini sudah mulai dipercaya lagi oleh masyarakat. Hal itu terlihat dari makin banyaknya masyarakat baik dari kalangan artis dan pengusaha yang ingin investasi dalam klub sepakbola.(foto:rayki/kemenpora.go.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maraknya akuisisi klub sepakbola yang dilakukan sejumlah artis dan pengusaha dalam negeri, disebutkan karena kembalinya kepercayaan publik terhadap sepak bola di Tanah Air.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam siaran persnya di laman resmi Kemenpora.

Dia menyebutkan seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik ini, maka dia meminta federasi sepakbola Indonesia, yakni Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjaga kepercayaan publik tersebut.


"Saya kira ada satu hal yang mendasar yang saya lihat kenapa orang seperti Raffi Ahmad, Atta Halilintar kemudian Gading Martin bahkan ada Sultan Kelantang mau masuk ke sepak bola kita. Setelah saya berdiskusi dengan berbagai pihak, berbagai stakeholder, ini karena sepakbola kita mulai dipercaya oleh masyarakat. Mulai ada trust dari publik kita terhadap sepakbola kita," kata Zainudin, dikutip Senin (7/6/2021).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kepercayaan ini mulai dari perkelahian antarpemain di lapangan atau pertengkaran pelatih dengan pemain lawan.

Selain itu, dia juga mengingatkan untuk memperketat aturan sehingga tidak lagi terjadi hal-hal seperti pengaturan skor dan lainya.

"Karena ini akan membuat orang tidak percaya sepakbola Indonesia, orang jadi malas. Nonton saja malas, apalagi ikutan investasi di dalam sepak bola Indonesia," lanjutnya.

Dia menyebutkan, saat ini pemerintah dan PSSI sangat serius dalam memajukan sepakbola nasional. Terlebih saat ini telah ada Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Ke depan, sepakbola nasional akan didorong ke arah industri.

"Sekarang ini mulai ada kepercayaan, kewajiban saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, teman-teman dari PSSI ini harus menjaga. Kalau sepakbola ini bergulir maka industrinya akan hidup bukan hanya merchandise tetapi juga berbagai hal akan muncul. Akan ada inovasi-inovasi di era digital," jelasnya.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa tak hanya sepakbola yang menjadi perhatian pemerintah, namun juga cabang olahraga lainnya terutama yang dipertandingkan dalam olimpiade.

Untuk itu, pemerintah melalui Kemenpora dan stakeholder olahraga tengah menyusun Grand Design Olahraga Nasional dan tengah menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukumnya.

"Jadi kalau cabang olahraga yang lain kita urus melalui Grand Design Olahraga Nasional. Sekarang dalam tahap finalisasi Perpresnya. Jadi itu bahkan Perpres bukan cuma Inpres, Jadi ada Perpres tentang grand design dan itu kita fokus sesuai dengan karakter orang Indonesia karakter fisik dan lain sebagainya yakni cabang-cabang olahraga yang lebih ke akurasi dan teknik," tandasnya.

Sebelumnya, pengusaha muda sekaligus Presiden Direktur Prestige Motorcars Rudy Salim, bersama artis dan pebisnis Raffi Ahmad resmi menjadi pemilik baru dari Cilegon United yang ditransformasikan menjadi RANS Cilegon FC.

Rudy mengatakan akuisisi dan investasi di perusahaan pengelola klub sepak bola di Cilegon, Banten, itu bertujuan untuk membuat sebuah tim dengan struktur organisasi yang profesional layaknya menjalankan sebuah perusahaan dengan norma good corporate governance (GCG).

Pebisnis yang baru membeli sebagian kepemilikan saham PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) ini mengatakan terbuka kemungkinan perusahaan untuk mengarah menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) kendati dalam jangka panjang.

"Untuk IPO tentunya merupakan suatu hal yang baik bagi perusahaan, karena lebih efektif , efisien dan transparan, namun kami belum ada pembahasan sampai ke situ [untuk jangka pendek]," katanya lewat direct message kepada CNCB Indonesia via Instagram resminya, @_rudysalim.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Demam Main Saham di Kala Pandemi


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading