Kisah Utang Garuda Bengkak dari Rp 20 T Menjadi Rp 70 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 June 2021 09:49
Misi Penyelamatan Garuda Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan bahwa alasan menumpuknya utang PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga mencapai Rp 70 triliun disebabkan karena biaya sewa (leasing) pesawat yang di luar batas wajar.

Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan menyebut beberapa tipe pesawat yang menyebabkan kenaikan biaya-biaya tersebut.

"Memang permasalahan utama Garuda di masa lalu, karena leasing-leasing [sewa pesawat] melebihi cost yang wajar dan jenis pesawatnya terlalu banyak, contoh ada Boeing 737, Boeing 777, Airbus A320, A330, ATR, dan Bombardier, ini efisiensinya bermasalah, ditambah rute yang banyak diterbangi itu tidak profitable," kata Kartika dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI, Kamis ini (3/6/2021).


Tiko menjelaskan duduk perkara utang Garuda selama ini, mulai dari beban biaya yang tak wajar, jenis pesawat yang terlalu banyak, dan rute penerbangan yang tidak menguntungkan.

Nyatanya, dari berbagai rute penerbangan yang dimiliki perusahaan, baik di dalam dan ke luar negeri tidak semuanya memberikan keuntungan untuk perusahaan. Sebab, penerbangan ke luar negeri ternyata masih merugi sejak sebelum pandemi.



Beban yang Ditanggung Garuda
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading